Rentan Terpapar Covid, 29 Ribu Difabel di DIY akan Divaksin

- Jumat, 9 Juli 2021 | 18:54 WIB
Kedatangan Vaksin Covid-19 produksi Astrazeneca, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (7/1/2021) sore. (BPMI Setpres/Kris)
Kedatangan Vaksin Covid-19 produksi Astrazeneca, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (7/1/2021) sore. (BPMI Setpres/Kris)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sedikitnya 29 ribu penyandang difabel di DIY akan mendapat vaksinasi Covid-19. Namun secara keseluruhan, jumlah difabel yang akan divaksin dipastikan melebihi angka itu.

Pasalnya, jumlah 29 ribu adalah data penyandang difabel dari kalangan warga tidak mampu yang tercatat di Dinas Sosial (Dinsos) DIY. Sementara, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 menyebutkan data difabel di DIY sekitar 800 ribu jiwa.

"Sebagian dari difabel sudah divaksin, dan sampai sekarang program imunisasi masih berjalan," kata Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih, Jumat (9/7).

Baca Juga: 7 Juta KK di Jabar Masuk Daftar Penerima Bansos dari Pusat

Pada Juni lalu, sebanyak 630 difabel telah mengikuti vaksinasi di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas milik Dinsos DIY. Di bulan yang sama diselenggarakan pula vaksinasi massal bagi 300-an penyandang difabel di GOR UNY.

Dijelaskan Endang, dalam proses vaksinasi ini pihaknya menggandeng komunitas Difabel Siaga Bencana (Difagana). Anggota komunitas ini berperan mendampingi rekan mereka sesama difabel khususnya penyandang tuna rungu dan tuna wicara.

"Sebelum divaksin, peserta didata terlebih dulu oleh petugas. Sehingga untuk mempermudah komunikasi, Difagana memberikan pendampingan," ucapnya.

Baca Juga: Sidak Pabrik di Semarang, Hendi Minta Karyawan WFH Tetap Digaji

Sementara itu, Dekan FKK-MK UGM, Prof Ova Emilia mengatakan, penyandang difabel selayaknya menjadi prioritas dalam program pemberian vaksin mengingat mereka masuk golongan rentan.

"Penyandang difabel beresiko tinggi terpapar Covid-19 lantaran sulit bagi mereka memberlakukan jarak sosial karena aktivitasnya yang membutuhkan orang lain. Selain itu juga sulit mengakses informasi dan layanan kesehatan dengan baik," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB
X