SE Menag Terkait Ibadah di Rumah selama PPKM Darurat Kurang Tegas

- Jumat, 9 Juli 2021 | 15:47 WIB
SHALAT JUMAT : Masjid Besar Ar-Rohman Kecamatan Sale tetap menggelar shalat Jumat dengan mengedepankan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19, meski di tengah situasi PPKM Darurat. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
SHALAT JUMAT : Masjid Besar Ar-Rohman Kecamatan Sale tetap menggelar shalat Jumat dengan mengedepankan protokoler kesehatan pencegahan Covid-19, meski di tengah situasi PPKM Darurat. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

 

REMBANG, suaramerdeka.com – Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) RI No 17 2021, yang salah satunya memuat tentang peribadatan selama PPKM Darurat dilaksanakan di rumah masing-masing, dinilai kurang tegas. Hal itu diungkapkan oleh KH Ahmad Sunarto, yang notabene merupakan Ketua PCNU Rembang.

Menurut Sunarto, seharusnya SE tersebut juga dilampiri ancaman sanksi atas pelanggaran yang berpotensi terjadi. Sehingga, seluruh tempat peribadatan, termasuk masjid dan mushola, akan mentaati SE tersebut selama PPKM Darurat.

Sunarto menyebut, karena tidak ada ancaman sanksi, SE Menag tersebut hanya sekadar anjuran sehingga bisa dilaksanakan atau tidak.

“Saya sudah membaca SE tersebut. Saya pribadi, mendukung SE tersebut. Hanya, SE itu tidak ada sanksinya. Kalau tidak ada sanksi, ya akhirnya banyak terjadi pelanggaran. Saya melihat SE Menag kurang tegas,” terang Sunarto.

Baca Juga: SD Gelangan 7 Bakal Diubah Jadi Pusat Keunggulan Guru

Sunarto mengatakan, sampai sekarang secara institusional PCNU Rembang belum bersikap terkait SE Menag No 17 2021. Pihaknya masih menunggu instruksi secara resmi dari PBNU sebelum mengambil sikap.

“Saat rapat dengan MUI, memang ada beberapa imbauan. Namun, secara kelembagaan PCNU Rembang belum membuat keputusan, tetap menunggu instruksi PBNU. Tapi secara pribadi, saya setuju mushola dan masjid tidak ada kegiatan (selama PPKM Darurat). Kalau tidak bisa ditutup, ya jamaah dikhususkan warga sekitar saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun lalu PCNU Rembang pernah mengusulkan kepada Bupati Rembang agar masjid di sepanjang Pantura ditutup sementara demi kebaikan bersama. Namun, ketika itu usulan tersebut tidak dilaksanakan.

Baca Juga: Puan: Contingency Plan Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 di Luar Jawa-Bali Perlu Disiapkan

“Saya berpandangan menjaga protokoler kesehatan pencegahan Covid-19 adalah hal utama. Semua warga punya kewajiban menjaga kesehatan dan menjauhi segala hal yang bisa membuat terpapar penyakit,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Rembang Moch Ansori menyatakan, mengacu pada edaran PP Muhammadiyah selama lingkungan masih memungkinkan, ibadah masih bisa dilaksanakan di masjid atau mushola.

“Mengacu pada edaran PP Muhammadiyah, jika tidak memungkinkan ibadah ya di rumah. Itu salah satu poin dari SE PP Muhammadiyah. Muhammadiyah tidak saklek, masjid atau mushola harus ditutup,” tandasnya.

Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Rembang, Ali Muhyidin mengaku sudah melakukan sosialisasi atas SE Menag No 17 2021 ke seluruh kecamatan melalui para penyuluh agama. Namun pantauan Suara Merdeka di lapangan, hampir mayoritas masjid atau mushola di Rembang tetap menggelar proses peribadatan, termasuk shalat Jumat.

Pro dan Kontra

“Memang, terjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Intinya memang berada di wilayah takmir masing-masing. Tugas kami hanya menyampaikan regulasi kepada mereka,” papar Ali.

Sementara itu, salah satu gereja di Kecamatan Kota Rembang memilih menggelar peribadatan secara daring. Penyebabnya, ada beberapa jemaat yang terkonfirmasi terpapar Covid-19.

Dalam SE Menag No 17 2021, salah satu poinnya adalah selama PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadah, termasuk masjid, mushola, gereja, pura, klenteng dan wihara ditiadakan sementara. Sebagai gantinya, peribadatan dilaksanakan di rumah masing-masing.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB

Polres Pemalang Tangkap Pembuat dan Penjual Uang Palsu

Kamis, 25 November 2021 | 16:12 WIB
X