Kesenian Harus Beradaptasi dengan Kehidupan Normal Baru

- Jumat, 9 Juli 2021 | 12:24 WIB
Para pembicara dalam seminar daring kesenian di era new normal.(suaramerdeka.com/dok)
Para pembicara dalam seminar daring kesenian di era new normal.(suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kesenian, salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Jalur pendidikan seni dan karya para seniman mengalami kendala. Kendati demikian, mereka harus bangkit dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru di tengah dan usai pandemi yang entah kapan akan berakhir.

Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional ''Seni dan Kehidupan Normal Baru'' yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam rangka Dies Natalis ke-37. Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian dies dengan tema besar ''Kebangkitan Seni di Era New Normal''.

Seluruh kegiatan seminar berlangsung secara daring dengan menggunakan zoom meeting dan live streaming melalui kanal Youtube ISI Yogyakarta. Meskipun tidak bertatap muka, peserta membludak, sekitar 500 orang menghadiri dari layar kaca perangkat komputer masing-masing dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Keluhkan Penyekatan dan Rapid Antigen saat PPKM Darurat, Sopir Truk: Tiap Hari Dicolok Hidung Pasti Sakit

''Ini sebagai respon dunia pendidikan tinggi seni di masa pandemi yang belum juga berakhir dan masyarakat yang memasuki kehidupan normal baru. Apakah seniman dan lembaga pendidikan seni mampu menuju normal baru? Mampukah kita bersama-sama bersepakat tentang kehidupan normal baru?'' papar Rektor ISI, Prof Dr M Agus Burhan MHum.

Manfaatkan Teknologi

Ia menyampaikan masa pandemi berdampak menurunnya aktivitas pertunjukan dan pameran. Namun demikian, dunia seni terus berusaha menemukan jalannya agar tetap dapat melakukan aktivitas berkesenian. Pendidik seni dan seniman berusaha memanfaatkan produk teknologi dan media sosial.

Pengamat seni dan budaya, Dr Miroto mengatakan perubahan pentas seni menjadi keniscayaan karena teknologi. Di masa yang tak dapat pentas secara langsung di depan banyak orang, seniman bisa melakukannya di dunia maya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Baca Juga: Sekolahkan Anak, Orangtua Jangan Lupa untuk Banyak Literasi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X