BPBD Kabupaten Magelang Bantu Logistik Pasien Isoman

- Kamis, 8 Juli 2021 | 12:56 WIB
Petugas BPBD Kabupaten Magelang memeriksa stokbantuan logistik untuk pasien isoman. (suaramerdeka.com/Asef Amani) (Asef Amani)
Petugas BPBD Kabupaten Magelang memeriksa stokbantuan logistik untuk pasien isoman. (suaramerdeka.com/Asef Amani) (Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyalurkan bantuan logistik kepada pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

Bantuan berupa beras, mi instan, dan susu kaleng bisa didapat jika pemerintah desa setempat mengajukan permintaan ke BPBD.

Sekretaris BPBD, Muflichah Roychani menerangkan, bantuan dihitung per jiwa dengan rincian 5 kg beras, 20 mi instan, dan 4 susu kaleng untuk 14 hari.

Baca Juga: Pergantian Jabatan itu Bagian dari Mekanisme Pembinaan Karir Personel Polri

Prosedur permintaannya melalui surat yang diajukan desa setempat dan mengambil bantuanlangsung ke gudang logistik BPBD.

“Dari desa mengajukan surat ke BPBD, dilampiri keterangan warga yang positif (Covid-19) dari puskesmas dan melampirkan KK (kartu keluarga, red)," jelasnya saat ditemui, Kamis, 8 Juli 2021.

Pengadaan bantuan itu, katanya, baru tahap pertama yang terdiri dari 2 ton beras, 250 dus mi instan, dan 1000 kaleng susu dan bersumber dari dana belanja tak terduga.

Baca Juga: Pemkot Surakarta Buka 738 Formasi CASN, Cek Linknya

Tahap kedua bakal diajukan lagi karena mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Muflichah juga menyebut ada pula bantuan berupa alat pelindung diri (APD) untuk kegiatan pemakaman jenazah dan penyemprotan disinfektan.

Prosedur permintaannya desa mengajukan lewat Puskesmas terdekat, kemudian Puskesmas meneruskannya ke BPBD.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD, Edi Wasono menyatakan, tidak ada kendala dalam pengadaan bantuan nonbencana alam ini.

Kendati demikian, ia berharap setiap desa bisamengalokasikan dana desa untuk ketahanan pangan atau bentuk yang lain dalam situasi sekarang ini.

"Hal itu dengan pertimbangan akan meringankan beban masyarakat, sehingga tidak semua kebutuhan dimintakan ke BPBD, karena BPBD juga sangat terbatas. Kalau ketersediaanpangan dialokasikan dari dana desa, ketika terjadi lonjakan Covid dan diisoman, Jogo Tonggo bisa terealisasi," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X