Mobilitas Hanya Turun 15 Persen, Penyekatan di DIY Diperketat

- Kamis, 8 Juli 2021 | 11:15 WIB
Penyekatan di DIY. (foto: pikiran rakyat) (Amelia Hapsari)
Penyekatan di DIY. (foto: pikiran rakyat) (Amelia Hapsari)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Selama empat hari pelaksanaan PPKM Darurat, mobilitas di DIY hanya berkurang sekitar 15 persen.

Oleh karenanya, penyekatan akan dilakukan lebih ketat sehingga target penurunan mobilitas hingga 50 persen dapat tercapai.

"Dengan masyarakat lebih banyak diam di rumah harapannya angka positif Covid-19 bisa turun. Langkah penyekatan semacam ini sudah pernah dilakukan di awal pandemi, dan nyatanya berhasil," kata Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DIY Noviar Ahmad, Kamis, 8 Juli 2021.

Baca Juga: PPKM Darurat, Stasiun Decon Relawan Gugus Tugas Manisrenggo Disiapkan

Dari hasil koordinasi bersama Polda DIY, penyekatan diterapkan di 21 titik tersebar di semua wilayah kabupaten dan kota.

Untuk wilayah Sleman, penyekatan diberlakukan di perbatasan Prambanan, Tempel, Gejayan, pos Jalan Kaliurang, Nologaten Depok, dan area seputar fly over Janti.

Di Kulon Progo, lokasi penyekatan ada di Temon, dan Alun Alun Wates sedangkan Gunung Kidul hanya di kawasan Bunder Patuk. Untuk Kabupaten Bantul, penyekatan diberlakukan di pos Srandakan, dan TPR Parangtritis.

Baca Juga: Kepastian Mekanisme Pelaksanaan Shalat Id di Banyumas Tunggu Perkembangan Covid-19

Selanjutnya di Kota Yogyakarta terdapat lima lokasi penyekatan meliputi pos Teteg Malioboro, Tugu, Kridosono, Gardu Anim, dan Gejayan yang dilakukan secara mobile.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X