BOR ICU Capai 97 Persen, RS Pratama Yogya Diproyeksi Jadi RS Covid-19

- Selasa, 6 Juli 2021 | 15:48 WIB
Tempat tidur untuk pasien Covid-19 disiapkan di Balai Diklat kota Semarang, Ketileng, belum lama ini.
Tempat tidur untuk pasien Covid-19 disiapkan di Balai Diklat kota Semarang, Ketileng, belum lama ini.


YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tingkat keterisian kamar di sejumlah rumah sakit Kota Yogyakarta sudah hampir penuh. Saat ini, 87 persen ruang IGD telah terisi bahkan bed occupancy ratio (BOR) ICU mencapai 97 persen.

Awal Juli lalu, rumah sakit menyatakan sanggup menambah kapasitas hingga 71 bed. Realisasinya sekarang masih berjalan.

Tidak hanya mengandalkan penambahan bed, Pemkot juga telah merancang beberapa skenario untuk menghadapi kemungkinan terus meningkatnya kasus.

Baca Juga: Menko Luhut: Masuk Indonesia, WNA harus Kantongi Kartu Vaksin

Salah satunya dengan menyiapkan tenda darurat di RSUD Wirosaban yang mampu menampung 50 bed.

"Kalau masih kurang, kita bisa pinjam tenda dari Korem kapasitas 50 bed," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi, Selasa (6/7).

Jika daya tampung masih juga belum mencukupi, Pemkot sudah ancang-ancang mengubah RS Pratama Yogyakarta menjadi rumah sakit Covid-19. Sementara bagi pasien gejala ringan, fasilitas yang disiapkan berupa shelter.

Baca Juga: Donor Plasma Konvalesen Bagi Pekerja Kembali Digalakkan, Pertamina Terapkan Prokes 10 M

Selain shelter di Bener Tegalrejo yang eksisting, tempat isolasi juga disiapkan di wilayah lain dengan memanfaatkan balai RW, gedung pertemuan, atau GOR di kemantren (kecamatan). Rumah dinas Mantri PP juga bisa digunakan untuk tempat isolasi.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X