Cegah Kerumunan, Lampu Taman Malioboro Dipadamkan

- Selasa, 6 Juli 2021 | 08:24 WIB
Suasana lengang tampak di sektor utara pedestrian Malioboro pada penerapan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7). (Suaramerdeka.com/dok)
Suasana lengang tampak di sektor utara pedestrian Malioboro pada penerapan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7). (Suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Berbagai cara dilakukan Satgas Covid-19 Yogyakarta untuk mengantisipasi kerumunan di Malioboro.

Selain pembatasan akses, mematikan lampu taman di sepanjang kawasan wisata itu juga dilakukan untuk menghalau kerumunan.

"Tujuannya supaya orang-orang tidak nongkrong, atau melakukan kegiatan yang tidak perlu. Di sepanjang jalan Malioboro juga rutin kita lakukan penyemprotan," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi, Senin (5/7).

Baca Juga: Masih Temui Pelanggar PPKM Darurat, Wali Kota Semarang Minta Pengertiannya

Nantinya, tidak hanya Malioboro yang menjadi sasaran pemadaman lampu penerangan umum tapi juga titik-titik lain yang kerap dijadikan tongkrongan anak muda.

"Upaya ini sifatnya dinamis, merespon perkembangan kondisi. Kalau banyak orang, ya dilakukan penyekatan. Jika digunakan nongkrong, ya lampu dimatikan," tukasnya.

Menurut Heroe, penutupan dan pembatasan akses di Malioboro dapat menjadi simbol ketaatan warga terhadap ketentuan PPKM Darurat. Selanjutnya, langkah penertiban diterapkan di tempat-tempat lain.

Baca Juga: Ini 8 PTKIN yang Masuk 100 Universitas Terbaik di Indonesia 2021 Versi Webometrics

Diakuinya pada hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat masih ditemukan kerumunan warga namun langsung dibubarkan oleh petugas.

Lain halnya pantauan di Alun-alun Utara yang merupakan salah satu titik rawan keramaian. Sejak awal di kawasan itu tidak dijumpai orang nongkrong karena dijaga oleh Satgas kota dan kemantren.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Haul Gus Dur, PKB dan NU Cilacap Berkolaborasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:48 WIB
X