Penyekatan Pintu Masuk Yogyakarta Disiapkan, Satgas: Masih Ada Pelaku Usaha Ngeyel

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 16:33 WIB
Suasana lengang tampak di sektor utara pedestrian Malioboro pada penerapan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7). (Suaramerdeka.com/dok)
Suasana lengang tampak di sektor utara pedestrian Malioboro pada penerapan PPKM Darurat hari pertama, Sabtu (3/7). (Suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Satgas Covid-19 Yogyakarta menyiapkan rencana penyekatan di beberapa pintu masuk wilayah kota.

Petugas yang terdiri dari unsur gabungan Pemkot, Polresta, dan Kodim akan bersiaga di titik entry untuk menyaring orang yang masuk ke Kota Yogyakarta.

"Kita siapkan titik penyekatan di jalan-jalan masuk seperti Jalan Uripsumoharjo, Jalan Magelang, Perempatan Wirobrajan, Jalan Parangtritis, dan kawasan Gedong kuning," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi, Sabtu (3/7).

Baca Juga: Ini Syarat Dapatkan Kartu Vaksinasi Covid-19, Aturan Nyaman di Perjalanan selama PPKM Darurat

Jika aturan penyekatan sudah berjalan nantinya, warga yang hendak masuk harus menunjukkan kartu identitas, kartu sudah vaksin, dan kartu antigen negatif yang masih berlaku. Mereka juga diminta untuk menjelaskan tujuan kedatangannya.

"Ini adalah upaya kita mengkondisikan agar selama PPKM Darurat, mobilitas orang bisa dikendalikan. Destinasi wisata dan pertokoan selain kebutuhan hidup sehari-hari ditutup, maka perlu ada penyaringan," jelas Wakil Wali Kota Yogyakarta ini.

Pada pelaksanaan PPKM Darurat hari pertama, Pemkot menggelar apel pasukan Satgas Covid-19 dengan melibatkan personel Satpol PP, Dishub, Damkar, Polresta, Kodim, dan Polisi Militer. Tim bertugas menertibkan kawasan kota secara keseluruhan termasuk area Gumaton (dari Tugu, Malioboro sampai Kraton).

Baca Juga: Akun IG Jerinx Hilang, dokter Tirta: bukan Teman Saya yang Melakukan Hack

Sementara itu, hasil pantauan perdana penerapan PPKM Darurat dinilai sebagian besar sudah menjalankan aturan dengan tertib. Kendati, masih dijumpai beberapa pelaku usaha dan masyarakat yang belum patuh.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X