Langgar Aturan PPKM Darurat, Tempat Usaha Langsung Ditutup

- Kamis, 1 Juli 2021 | 17:37 WIB
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Jogjaprov
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Jogjaprov

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah akan memberlakukan PPKM Darurat selama 3-20 Juli 2021. Aturan ini diterapkan di kabupaten/kota se-Jawa dan Bali yang masuk kategori zona oranye dan merah.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan siap mengimplementasikan kebijakan tersebut. Termasuk jika dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nantinya memerintahkan objek wisata ditutup.

"Kalau memang tempat wisata harus tutup, maka kita tutup. Nanti dalam sosialisasinya, kita libatkan asosiasi terkait seperti PHRI dan GIPI agar diteruskan ke anggotanya," kata Aji, Kamis 1 Juli 2021.

Baca Juga: Siapkan Mekanisme PPKM Darurat di Kota Semarang, Hendi Sebut Ada Dua Hal yang Harus Dipertimbangkan

Saat ini, pelaksanaan kebijakan itu masih menunggu Instruksi Mendagri turun. Namun secara garis besar, beberapa poin telah dibahas bersama pemerintah pusat.

Semisal, calon penumpang moda transportasi udara diharuskan membawa bukti tes PCR, dan kartu vaksinasi Covid-19 minimal satu dosis.

Selain itu, diberlakukan pula pembatasan jam operasional pasar yang menyediakan bahan pokok hingga pukul 20.00, dan kapasitas pengunjung 50 persen.

Baca Juga: Mbah Mijan Berduka: Selamat Jalan Mbak You

Sementara untuk mall dan pusat perbelanjaan, selama masa PPKM Darurat tidak boleh beroperasi.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan untuk pengawasan, pihaknya setiap hari akan menerjunkan personel dibagi dalam tiga shift.

"Personel akan stand by pagi, siang, dan malam. Kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP kabupaten/kota, dan Satgas kapanewon, serta dibackup anggota TNI dan Polri," jelasnya.

Baca Juga: Penerapan PPKM Darurat di Kota Semarang, Hendi: Kami Carikan Solusi Terbaik

Dalam Instruksi PPKM Darurat akan dirinci tentang aturan main bagi pelaku usaha. Contohnya, restoran hanya boleh memberikan layanan antar.

"Kalau ada yang masih melayani makan di tempat, akan langsung ditutup. Tidak ada lagi peringatan," tandasnya.

Noviar menyebut, pelanggaran protokol kesehatan sampai saat ini masih tinggi. Sepanjang Juni lalu, setiap hari ditemukan angka pelanggaran diatas 100 terutama menyangkut penggunaan masker.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X