Luncuran Awan Panas Gunung Merapi ke Tenggara Semakin Intens

- Kamis, 1 Juli 2021 | 11:15 WIB
Gunung Merapi. (suaramerdeka.com / dok) (Amelia Hapsari)
Gunung Merapi. (suaramerdeka.com / dok) (Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Guguran awan panas Merapi dengan arah luncuran ke tenggara terjadi semakin intens dalam beberapa hari terakhir.

Sepanjang Rabu, 30 Juni 2021, gunung yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu mengalami 17 kali awan panas guguran.

Tercatat, 11 luncuran mengarah ke tenggara, dan lainnya menuju  sisi barat lereng Merapi.

Baca Juga: Kaum Milenial Diajak Perangi Narkoba

Saat kejadian, angin dilaporkan dominan berembus ke barat.

Berikutnya, pada Kamis, 1 Juli 2021 dini hari hingga pagi, awan panas kembali terpantau ke tenggara masing-masing pukul 01.44, 01.52, dan 07.35 WIB.

Jarak luncurnya maksimal 1 km. Pada pukul 06.39 WIB, Merapi juga mengalami guguran ke barat daya sejauh 1,3 km.

Baca Juga: Polres Tegal Kota Gembleng 50 Satpam Profesional, Performance dan Pengetahuan Tugas Jadi Sorotan

"Jarak luncur awan panas masih dalam jarak prakiraan potensi bahaya erupsi. Sehingga tingkat aktivitasnya masih dalam level Siaga," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, Kamis, 1 Juli 2021.

Seiring guguran awan panas yang intens ke arah tenggara, per 25 Juni 2021, BPPTKG memperbarui rekomendasi potensi bahaya erupsi.

Sebelumnya, ancaman bahaya ke tenggara diperkirakan hanya mengarah ke Sungai Gendol sejauh 3 km dari puncak Merapi.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X