Duit Sampah DLH Purbalingga Dikorupsi, 3 Terdakwa Dijatuhi Vonis Berbeda

- Rabu, 30 Juni 2021 | 18:57 WIB
Palu sidang/Ilustrasi Istimewa
Palu sidang/Ilustrasi Istimewa
 
 
PURBALINGGA, suaramerdeka.com -Sidang putusan kasus korupsi anggaran sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga berlangsung, Rabu (30/6). Tiga terdakwa divonis berbeda oleh majelis hakim.
 
Terdakwa utama, Marjito divonis 6 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan jaksa 7 tahun penjara. Namun yang bersangkutan harus membayar denda 200 juta dari 250 juta jika tidak biayar enam bulan. Yang bersangkutan juga harus membayar uang pengganti Rp 849.536.000.
 
"Apa bila dalam satu bulan setelah inkrah tidak dibayar, maka diganti pidana 6 bulan penjara," kata Kasi Intel Kejari Purbalingga Indra Gunawan didampingi Kasi Pidsus Tandoyo Sugondo di kantor Kejari Purbalingga.
 
Adapun terdakwa Catur Kurniawan divonis 4 tahun 6 bulan atau lebih berat dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum 4 tahun penjara. Dia juga dihukum bayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.
 
Sedangkan terdakwa Subur Kuswito divonis 4 tahun 6 bulan, lebih ringan dari tuntutan jaksa 5 tahun penjara. Dia juga harus membayar denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.
 
Sidang di Pengadilan Tipikor Semarang dipimpin oleh Hakim Ketua Majelis Joko Saptono dan dihadiri oleh JPU Mugiono Kurniawan. Adapun tiga terdakwa mengikuti sidang di Rutan Purbalingga.
 
 
"Atas putusan hakim ini, kami menyatakan pikir-pikir dulu," kata Indra.
 
Untuk diketahui, tiga terdakwa ini terlibat korupsi dana retribusi sampah dan anggaran belanja bahan bakar minyak (BBM) kendaraan pengangkut sampah tahun anggaran 2017-2018.
 
Marjito merupakan Bendahara Seksi Pengelolaan Sampah DLH Purbalingga sekaligus staf Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Ia berperan antara lain menerima setoran dana retribusi layanan pengangkutan sampah dari masyarakat. Namun ia tidak menyetorkan seluruh dana retribusi sampah tetapi justru mengambil dana itu untuk kepentingan pribadi.
 
Sementara Catur Kurniawan merupakan Kasi Pengelolaan Sampah DLH sekaligus sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pengelolaan sampah. Catur mengetahui tindakan Marjito dan terlibat kasus ini. Ia turut bertanggung jawab atas tindak kejahatan itu.
 
Sedangkan Subur Kiswoto merupakan petugas SPBU yang menjadi rekanan penyedian BBM armada pengangkut sampah. Ia berperan menyediakan kuitansi BBM yang dijadikan sebagai bahan laporan pertanggungjawaban fiktif para tersangka.

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X