Pandemi Covid-19 Berkepanjangan, Potensi Bayi Penderita Tengkes Meningkat

- Rabu, 23 Juni 2021 | 14:35 WIB
Bupati Tegal Hj Umi Azizah. Foto: Dok. Pemkab Tegal
Bupati Tegal Hj Umi Azizah. Foto: Dok. Pemkab Tegal

TEGAL, suaramerdeka.comBupati Tegal Hj Umi Azizah menyampaikan bahwa stunting atau tubuh kerdil pada anak atau tengkes menjadi indikasi perkembangan otak dan sel tubuh anak tidak berkembang optimal.

"Kondisi itu akan berdampak pada tingkat kecerdasan, kemampuan kognitif dan kesehatannya ke depan karena mudah sakit," ujar Umi Azizah saat membuka acara Rembuk Stunting di Pendopo Amangkurat, Selasa 22 Juni 2021.

Umi mengungkapkan jika faktor kemiskinan menjadi penyebab utama kondisi gizi buruk pada balita yang mengakibatkan tengkes.

Menurutnya, jumlah kasus gizi akut di Kabupaten Tegal tahun 2018 lalu mencapai 21.233 balita. Dan di tahun yang sama, terdapat 6.744 balita yang mengalami gizi buruk.

Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor paling menentukan daya saing bangsa. Sehingga, pembangunan manusia menjadi investasi berharga bagi masa depan yang salah satunya ditempuh dengan menangani permasalah gizi sebagai penyebab tengkes pada bayi dan balita.

“Sejak tahun 2019, Pemkab Tegal telah menginisiasi delapan aksi konvergensi stunting dan terus mengalami penyempurnaan," papar Umi, seperti dikutip dari laman resmi tegalkab.go.id.

"Termasuk pelaksanaan rembuk pagi ini sebagai aksi ketiga untuk mendapatkan masukan dan kesepakatan penyempurnaan kebijakan penurunan stunting yang mencakup peran desa di dalamnya,” imbuh Umi.

Bupati Umi menggarisbawahi jika pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan jumlah bayi penderita tengkes karena himpitan ekonomi menjadikan keluarga tidak mampu menyediakan nutrisi untuk ibu hamil dan makanan bergizi bagi anak.

Menurutnya, selain memastikan tercukupinya asupan makanan bergizi pada ibu hamil, kader kesehatan dan pembangunan manusia berperan penting memonitor perkembangan anak, setidaknya selama tiga tahun pertama.

Menurutnya, periode 1.000 hari pertama kehidupan anak ini merupakan masa krusial pembangunan ketahanan gizi. Lebih dari 1.000 hari, dampak buruk dari kekurangan gizi pada anak lebih sulit diobati. Kekurangan gizi pada ibu hamil juga bisa memicu stunting pada bayi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Selama Pandemi Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Senin, 20 September 2021 | 21:53 WIB

Pesantren Didorong Jadi Kader Penanganan TBC

Senin, 20 September 2021 | 14:45 WIB

Berdayakan Umat, NU Kebumen Kembangkan Pertanian

Minggu, 19 September 2021 | 21:50 WIB

Banyak Petani Frustrasi, Pemerintah Beri Pelatihan

Minggu, 19 September 2021 | 19:20 WIB
X