Hadapai Kemarau, BPBD Rembang Minta Anggaran Kekeringan Ditambah

- Senin, 21 Juni 2021 | 15:55 WIB
Kemarau panjang menyebabkan pasokan air di Bendungan Juwero di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, hanya tersisa 2.000 meter kubik/detik. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)
Kemarau panjang menyebabkan pasokan air di Bendungan Juwero di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, hanya tersisa 2.000 meter kubik/detik. (suaramerdeka.com/Rosyid Ridho)

ke REMBANG, suaramerdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang kembali mengusulkan anggaran bantuan kekeringan tambahan.

Anggaran kekeringan yang disetujui untuk tahun 2021 sebesar Rp 51 juta dirasa kurang.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Kabupaten Rembang melalui Kasi Kedaruratan Pramujo mengatakan, usulan penambahan anggaran untuk bantuan kekeringan akan menyesuaikan kondisi dan permintaan dari setiap daerah langganan kekeringan.

Baca Juga: 27 Asrama Haji Siap Digunakan sebagai Tempat Isolasi Mansiri Pasien Covid-19

Menurut Pramujo, jika bulan Juni sampai juli BPBD sudah mulai ada permintaan, maka pihaknya akan meminta anggaran tambah Rp 150 juta.

Sehingga, jika dijumlah anggaran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau menjadi 200 juta.

"Untuk anggaran induk kekeringan Rp 50 juta, sehingga masih kurang kami akan minta lagi melalui anggaran perubahan lagi. Semoga dikasih dan cukup. Kelihatannya masih ada hujan, atau kemarau basah, karena bulan Juni masih banyak hujan," jelasnya.

Baca Juga: PPKM Mikro di Daerah Zona Merah, Jokowi Minta Isolasi Terpusat di Kecamatan dan Kelurahan

Ia menyebutkan, anggaran Rp 200 juta jika dibelikan air hanya akan mendapatkan 1.000 tangki air bersih.

Perinciannya, harga lama air bersih Rp 200 ribu per tangki dengan ukuran 5000 liter.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X