Lonjakan Kasus Covid-19, RSUD Rembang Datangkan Perawat Luar Kota

- Minggu, 20 Juni 2021 | 16:05 WIB
Tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr R Soetrasno selalu mengenakan pakain APD lengkap saat berjuang keras merawat pasien Covid-19 di sejumlah ruang isolasi.
Tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr R Soetrasno selalu mengenakan pakain APD lengkap saat berjuang keras merawat pasien Covid-19 di sejumlah ruang isolasi.

REMBANG, suaramerdeka.com – Lonjakan kasus aktif Covid-19 di Rembang membuat RSUD dr R Soetrasno mendatangkan perawat magang dari luar kota.

Mereka didatangkan dari sejumlah institusi pendidikan, seperti Stikes Kudus, Universitas Muhamadiyah Kudus serta Poltekes Blora dan Semarang.

Saat ini, total ada sekira 200 perawat yang didatangkan dari luar kota. Namun, 50 di antaranya baru didatangkan saat terjadi lonjakan kasus tinggi Covid-19 di Rembang belakangan ini. Status mereka ada magang.

Baca Juga: Pemkot Magelang Tambah Lokasi Baru Isolasi Mandiri di Hotel Safira

Kasi Informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik mengungkapkan, saat ini ada total 484 perawat dan bidan 45 bidang yang bertugas di RSUD. Sedangkan dokter spesialis ada 32 orang serta dokter umum 17 orang.

Mereka, kata Tabah, sebagian disiapkan tempat tinggal dan menjalani skrening secara berkala. Jika ada yang mengarah kepada gejala Covid-19, mereka tidak diperbolehkan bertugas sementara waktu dan menjalani proses isolasi.

Ia menyebutkan, lonjakan kasus aktif Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Rembang membuat ruang isolasi nyaris penuh.

Baca Juga: Covid Meningkat Drastis di Pemalang, Satgas Minta Semua Komponen Kembali Kampanyekan Prokes

Saat ini dari kapasitas 192 tempat tidur hanya tersisa 1 unit. Total pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi adalah 188 orang.

Di luar itu, masih ada 3 pasien terkonfirmasi positif yang sejak Minggu pagi tertahan di ruang IGD.

Pihak rumah sakit beralasan, mereka harus menunggu konsultasi dokter sepsialis sebelum masuk ruang isolasi.

Baca Juga: Izinkan Warga Gelar Kegiatan, Bupati Banjarnegara: Saya yang Bertanggungjawab Sepenuhnya

Tabah mengatakan, saat ini ada 12 ruangan yang sudah disulap sebagai ruang isolasi. Sebagian ruangan tersebut informasi yang diterima Suara Merdeka baru disiapkan setelah kasus Covid-19 melonjak.

“Kapasitas bed ruang isolasi 192 unit, dan yang belum digunakan 4 unit. Saat ini ada 3 pasien terkonfirmasi positif yang masih tertahan di ruang IGD menunggu konsultasi dokter. Mereka masuk ruang isolasi setelah ada konsultasi,” jelas Tabah.

Pasien Sembuh

Ia mengingatkan agar masyarakat bisa disiplin menerapkan protokoler kesehatan (prokes).

Baca Juga: Bupati Klaten Perpanjang PPKM, Semua Objek Wisata Ditutup

Selama ini sebagian pasien yang datang di RSUD sudah dalam kondisi panas tinggi dan pneumonia. Meski terjadi lonjakan, jumlah kasus pasien sembuh juga terhitung banyak.

Sementara itu, Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang, Arif Dwi Sulistya menyatakan, selain RSUD dr R Soetrasno, Pemkab Rembang juga menyiapkan rumah sakit swasta sebagai tempat isolasi.

Sementara ini yang sudah terisi pasien Covid-19 adalah Rumah Sakit Bina Bhakti Husada.

Di sana ada 23 bed yang khusus untuk perawatan pasien isolasi Covid-19. Saat ini kapasitas tersebut sudah terisi semua alias penuh.

“RSI Arafah rencananya Senin menyiapkan ruang isolasi,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X