Terjerat Jaring Nelayan, Penyu Dilepaskan di Pantai Congot

- Kamis, 1 Maret 2018 | 18:16 WIB
Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga
Foto: suaramerdeka.com/Panuju Triangga

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Seekor penyu hijau berjenis kelamin betina terjerat jaring eret nelayan di Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kulonprogo. Kondisi penyu dengan berat sekitar 70 kilogram dan panjang sekitar satu meter itu sempat lemas. Setelah kondisinya pulih, penyu itu dilepaskan kembali ke laut oleh nelayan, warga, bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kamis (1/3).

Penyu itu terjerat jaring milik Rukiman (53) wargaDusun Kledekan Lor, Jangkaran, Rabu (28/2). Sekitar pukul 15.00 dia menebar jaring eret yang panjangnya sekitar 700 meter dari tepi pantai.

Beberapa menit kemudian Rukiman merasakan ada sesuatu yang besar yang terjerat jaringnya. Dia menduga mendapat tangkapan ikan pari berukuran besar.  Dia pun kemudian berusaha menarik ke tepi dibantu sekitar lima orang lainnya.

Perlu waktu hingga pukul 19.00 tangkapan itu berhasil ditarik ke darat, dan ternyata merupakan seekor penyu hijau. “Saya kira dapat ikan pari, ternyata dapatnya penyu,” ungkap Rukiman yang juga anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Jangkaran.

Saat sampai di darat, kondisi peyu sudah lemas karena terombang-ambing ombak. Mengetahui merupakan satwa dilindungi, Rukiman kemudian melaporkannya kepada Ketua Pokwasmas Desa Jangkaran untuk pesisir, laut, dan ekosistemnya. Lantaran kondisi penyu lemas, akhirnya diputuskan dipulihkan dulu dengan diletakkan di kolam pemandian anak-anak yang ada di Pantai Congot sebelum dilepas kembali.

“Perlu dua orang untuk memikul sampai ke kolam. Pagi ini kondisinya kelihatannya sudah sehat sehingga akan dilepas,” kata Rukiman saat menyiapkan pelepasan kembali penyu itu bersama BKSDA, Pokwasmas, warga, dan nelayan lainnya.

Akibat kejadian itu, jaring Rukiman rusak parah sehingga mengalami kerugian sekitar satu juta rupiah. “Kalau mau dipakai lagi harus diperbaiki,” imbuhnya.

Kepala Resot BKSDA Kulonprogo, Gunadi, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada nelayan dan warga di Pantai Congot yang memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan penyu. Pihaknya berharap agar warga terus menjaga kelestarian alam termasuk melindungi satwa-satwa dilindungi seperti penyu.

Penyuluh Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Resot BKSDA Kulonprogo, Kus Mardiastuti mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya, penyu tersebut merupakan jenis penyu hijau dan berjenis kelamin betina. Penyu itu diindikasi akan bertelur di kawasan Pantai Congot karena saat ini memang waktu-waktu penyu bersarang dan bertelur.

“Dengan pelepasan tadi, masyarakat khususnya nelayan Pantai Congot sudah sangat peduli pelestarian, kami sangat mengapresiasi,” imbuhnya.

Editor: Marlin

Terkini

Kesongo Kembali Semburkan Lumpur, Warga Berhamburan

Selasa, 28 September 2021 | 12:30 WIB

Angka Stunting Tinggi, Pemerintah Libatkan Mahasiswa

Senin, 27 September 2021 | 19:18 WIB

Hujan Deras, Rumah Rusak Diterjang Longsor

Senin, 27 September 2021 | 15:40 WIB

2.302 Peserta Ikuti SKD CASN Pemkot Magelang

Senin, 27 September 2021 | 15:12 WIB

Sapi Milik Peternak Miskin Dibantu Pakan Konsentrat

Minggu, 26 September 2021 | 20:04 WIB
X