Petani Tembakau Surati Presiden, Tolak Revisi PP 109 Tahun 2012

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:35 WIB
Tembakau di Temanggung Jawa tengah menjadi tembakau terbaik di Indonesia. (suaramerdeka.com/dok)
Tembakau di Temanggung Jawa tengah menjadi tembakau terbaik di Indonesia. (suaramerdeka.com/dok)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Surat tersebut berisi permohonan penolakan revisi PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Ketua Umum DPN APTI Agus Parmuji mengatakan, isi surat tersebut antara lain menyebutkan bulan ini petani tembakau di beberapa sentra sudah mulai panen dan mengharap perlindungan dari pemerintah.

"Kami mengharapkan kebijakan perlindungan agar kami bisa melangsungkan dan merawat budidaya tembakau dari sekarang hingga di masa yang akan datang, sebagai kekuatan fondasi ekonomi desa," ujarnya, Rabu, 3 Agustus 2022.

Baca Juga: Incaran para Sultan, Ini 10 Alocasia Cantik Paling Mahal yang Wajib Dikoleksi. Harganya Fantastis

Ia mengatakan, saat ini, petani tembakau dilanda keresahan dengan adanya isu revisi PP 109 Tahun 2012.

PP tersebut berisi tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan dan rencana kenaikan cukai setiap Tahun.

Ia menyampaikan, dengan situasi dan kondisi saat ini petani tembakau dalam keadaan terpuruk usai pandemi Covid-19 dan kadang harus berhadapan dengan musim yang tidak menentu.

Agus menegaskan, melalui surat tersebut memohon kepada Presiden Jokowi agar revisi PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan dibatalkan.

Baca Juga: Ajaib, Ternyata Ini 5 Manfaat Rahasia Daun Salam yang Jarang Diketahui, Bisa Mengontrol Diabetes

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Artikel Terkait

Terkini

Uni Eropa Jajaki Investasi di Jateng

Rabu, 5 Oktober 2022 | 01:55 WIB

Mantan Ketua DPRD Jateng Mardijo Tutup Usia

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:12 WIB

Anggota Ikadin Diminta Jangan Nodai Kode Etik Advokat

Jumat, 30 September 2022 | 13:58 WIB
X