Ada Laporan Pasien Covid-19 Tak Bisa Rawat Inap, Rumah Sakit Diminta Sediakan Call Center

- Jumat, 18 Juni 2021 | 18:49 WIB
Rapat koordinasi (Rakor) bupati dengan para pimpinan rumah sakit di Blora, Jumat 18 Juni 2021.
Rapat koordinasi (Rakor) bupati dengan para pimpinan rumah sakit di Blora, Jumat 18 Juni 2021.

BLORA, suaramerdeka.com - Adanya laporan tentang pasien Covid-19 yang tidak bisa rawat inap di rumah sakit karena penuh, membuat Bupati Blora H Arief Rohman mengambil sikap.

Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit se Kabupaten Blora di kantor Pemkab Blora, Jumat 18 Juni 2021.

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Komang Gede Irawadi serta Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sugiyanto, bupati meminta agar seluruh rumah sakit di Kabupaten Blora baik rumah sakit pemerintah maupun swasta bisa menambah ruang isolasi dan jumlah tempat tidur (TT) pasien Covid-19.

Baca Juga: Pensiun MotoGP, Valentino Rossi: Hanya Imajinasi Jurnalis Terlalu Tinggi

"Semalam kita lembur rapat sampai malam. Kita minta RSUD Blora dan RSUD Cepu untuk menambah ruang isolasi dan TT nya hingga 2/3 kapasitas yang ada secepat mungkin. Kini kami mohon kerjasamanya untuk rumah sakit swasta juga ikut membantu ini. Jangan sampai ada lagi pasien Covid-19 tidak bisa masuk rumah sakit dengan alasan penuh,” tegas Bupati H Arief Rohman.

Hal itu perlu dilakukan, karena menurut bupati, hanya kepada rumah sakit yang ada di Kabupaten Blora lah masyarakat meminta pertolongan agar bisa sembuh.

"Mau kemana lagi kalau semuanya penuh? Tidak mungkin ke rumah sakit wilayah lain karena di sana juga digunakan untuk pasiennya sendiri. Oleh karena itu kita harus mengoptimalkan potensi yang ada. Termasuk SDM atau tenaga nakesnya. Coba dibuka saja lowongan tenaga medis Covid-19,” kata bupati.

Baca Juga: Optimalisasi PDKB Satria Guna Penurunan BPP Perusahaan

Bupati Arief juga meminta setiap rumah sakit bisa menyediakan nomor call center untuk diumumkan kepada masyarakat. Sehingga jika ada yang membutuhkan bisa langsung dihubungi tentang ketersediaan kamar.

"Tolong nanti dibuat daftar call center masing-masing rumah sakitnya juga. InshaAllah ini menjadi amal ibadah Bapak Ibu semuanya dalam melayani masyarakat kita yang sedang sakit,” kata bupati.

Sekda Komang Gede Irawadi menambahkan, RSUD Blora dan Cepu telah ditargetkan bisa menambah tempat tidur menjadi 100 unit dengan waktu tiga hari sampai Minggu, dan Senin nanti siap semuanya. Kini giliran rumah sakit swasta yang diminta menambah kapasitas tempat tidur (TT).

"Tadi disampaikan Rumkitban bersedia menambah menjadi 35 TT, RS Permata dari 16 rencana bisa tambah 20 TT, RS PKU Blora dari 19 akan ditambah jadi 24 TT, dan RS PKU Cepu ada 13 akan ditambah 6 TT," ungkap sekda.

Baca Juga: Guru PAUD Masuk Prioritas Vaksinasi Covid-19

Pihaknya pun meminta penambahan itu bisa segera direalisasikan mengingat angka kasus Covid-19 di Kabupaten Blora masih mengalami penambahan.

Sekda juga mengharapkan agar masyarakat bisa terus memperketat kepatuhan pada protokol kesehatan 5M dan mendukung upaya 3T untuk deteksi dini guna mencegah penularan Covid-19.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X