Optimalisasi PDKB Satria Guna Penurunan BPP Perusahaan

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 16:26 WIB
foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

CILACAP, suaramerdeka.com - Peran tenaga Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) sangat vital, selain menjaga kehandalan dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan, PDKB juga berperan besar dalam penurunan biaya pokok produksi (BPP) perusahaan.

Manajer Bagian PDKB Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah Unit Pelaksana Transmisi PLN Purwokerto Dendy Dwi Wardana mengatakan, tenaga PDKB berperan dalam menjaga kehandalan kelistrikan, yaitu dengan melakukan pemeliharaan, maupun perbaikan jaringan.

"Sebelum ada PDKB, dulu dilakukan pemadaman di jalur penghantar yang akan dipelihara atau diperbaiki, tapi setelah ada PDKB tidak dilakukan pemadaman," ucapnya ditemui saat melakukan perbaikan anomali di tower 9 PLTU Cilacap arah Rawalo, Desa Karangkandri, Kesugihan, Cilacap, Selasa (15/6).

Baca Juga: Pensiun MotoGP, Valentino Rossi: Hanya Imajinasi Jurnalis Terlalu Tinggi

Menurut Dendy, ketika aliran listrik harus dipadamkan saat ada pemeliharaan maupun perbaikan, ada konsekuensi besar yang harus ditanggung perusahaan.

Sebab perusahaan kehilangan listrik yang sudah dibayar perusahaan ke pembangkit.

"Misalnya PLTU membangkitkan 660 MW dari dua generator (unit), misalkan ada perbaikan, dan salah satu (penghantar) harus dipadamkan berarti ada listrik 330 MW tidak tersalurkan, sementara dari sisi pembangkit tetap membangkitkan 660 MW. Jadi PLN tetap harus membayar 660 MW," ucapnya mengilustrasikan.

Dalam kondisi tertentu, lanjutnya perusahaan bahkan harus mencari pengganti kekurangan pasokan akibat pemadaman, yang tentu menambah biaya pokok produksi (BPP).

Baca Juga: 721 Warga Madiun Divaksin AstraZeneca

Lebih lanjut ia mengatakan, inilah peran PDKB, dalam menjaga kehandalan kelistrikan, tanpa perlu memadamkan jalur yang dikerjakan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Zuber Safawi Pendiri PKS Jawa Tengah Berpulang

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:43 WIB
X