Gadget Jangan Buat Sebar Hoaks: Cari Peluang Bisnis di Platform Digital, Bebas Asal Cerdas

- Jumat, 18 Juni 2021 | 15:59 WIB

 

BREBES, suaramerdeka.com - Tahun ini Presiden Joko Widodo menargetkan pemulihan UMKM di masa pandemi. Bantuan diberikan kepada 30 juta UMKM agar naik kelas: masuk marketplace dengan bantuan kredit dan meningkatkan jaringan internet ke seluruh Indonesia.

Keseriusan Jokowi untuk pecapaian target ini merupakan kerja besar yang butuh kerja sama semua elemen masyarakat dan pemerintah. Pemerintah sudah membantu kredit mikro UMKM hingga Rp 8 triliun dan target seluruh desa bakal terakses internet sampai akhir 2022.

Wahai generasi muda dan pengusaha, jangan jadikan handphone cuma buat nyebar info hoaks tanpa konfirmasi, atau chat yang ndak penting. Carilah peluang di beragam platform digital. Raih peluang bisnis. Dengan begitu, bisa untuk meningkatkan omzet dan jaringan penjualan bisnis Anda biar bisnisnya naik kelas.”

Itulah point pembuka yang diurai M Aziz Nasution, Pemred Chanell 9.id saat tampil sebagai pembicara Webinar Literasi Digital yang digelar Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Debindo yang dihelat di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 11 Juni 2021.

Baca Juga: Cegah Meluasnya Zona Merah: Kebijakan Pemerintah harus Tegas, Diikuti Peningkatan Prokes

Mengusung tema ”Menyikapi Ruang Bebas di Dunia Digital”, selain Aziz tampil juga pembicara lain: Deni Iswardani Witarti, pengajar Magister Komunikasi Universitas Budi Luhur; Aidil Wicaksono, konsultan digital safety dari Kaizen Room, Ahmad Nasir Director DOT Studio seorang konten kreator ditambah hadirnya key opinion leader Muhamata Yaoda dan dipandu moderator Brigita Ferlina secara apik.

”Untuk meraih peluang dengan memanfaatkan dunia digital, kita semua para pemakai internet sebenarnya berperan sebagai konten kreator. Tinggal mau posting dengan isi yang manfaat atau negatif. Yang berpeluang menggarap bisnis atau mau merusak citra bisnis, kita pula semua penentunya,” ungkap Aidil, seperti dikutip dari InfoJateng.id.

Namun, Aidil mengingatkan, dalam menggunakan piranti digital kita mesti bersikap bebas namun cerdas. Baik dalam masyarakat digital maupun dalam skala keluarga. Kalau keluarga, Aidil mencontohkan suasana batin saat warga bangsa ini terpecah dalam dua kubu cebong dan kampret.

Baca Juga: 17 Nakes RS Elisabeth Purwokerto Terpapar Covid-19, Layanan IGD Terpaksa Tutup

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: InfoJateng.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X