TNGM Bantah Penambangan di Kawasan Hutan Merapi

- Jumat, 18 Juni 2021 | 15:22 WIB
Ilustrasi Tambang Batu kapur/Pixabay/Coleur
Ilustrasi Tambang Batu kapur/Pixabay/Coleur



SLEMAN, suaramerdeka.com - Kegiatan penambangan pasir di Dusun Ngori, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang mendapat sorotan dari Forum Rakyat Jogja (Fokja).

Ditengarai, aktivitas tambang itu tidak mengantongi izin dan berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

"Selain merugikan negara dari sisi pendapatan, penambangan ilegal juga dikhawatirkan merusak ekosistem lereng Merapi," kata Ketua Fokja, Iwan Fathoni kepada wartawan di Sleman, Jumat(18/6).

Baca Juga: Bank Dunia Gelontorkan Dana Rp7 triliun Bantu Indonesia dalam Penanggulangan Covid-19

Pihaknya mengklaim luasan area tambang di kawasan itu mencapai 90 hektare. Aktivitas penambangan diketahui sudah berlangsung sejak 4 bulan terakhir. Dari hasil penelusuran pihaknya, setiap hari setidaknya ada sekitar 300 truk yang keluar-masuk lokasi untuk mengeruk pasir di lokasi tersebut.

Jika pendapatan yang diraup dari satu truk bernilai Rp 700 ribu, maka penghasilan negara yang berpotensi hilang mencapai Rp 210 juta per hari. "Kami menduga ada pihak yang sengaja mengambil keuntungan. Kegiatannya pun ditengarai belum mempunyai izin," ucapnya.

Menurut dia, aktivitas tambang semestinya memperoleh izin dari Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) yang berada dibawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kegiatan jual beli hasil tambang juga harus mendapat izin dari Kementerian Investasi yang dahulu bernama Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Pengurus Kadin Daerah Ramai-ramai Minta Munas Ditunda

Apabila terbukti penambangan di lokasi itu ilegal, Fokja meminta agar aparat berwenang segera menertibkan atau bahkan menutupnya. "Secepatnya kami akan mengirim surat kepada KLH dan Kementerian Investasi," kata Iwan.

Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Balai TNGM Muhammad Wahyudi membantah ada aktivitas penambangan di kawasan hutan Merapi. Mengacu aturan, aktivitas tambang di dalam area taman nasional merupakan suatu tindakan yang terlarang.

"Memang betul di lokasi itu ada penambangan tapi letaknya di luar kawasan TNGM, dan sudah ada izin dari Pemda Magelang," ungkap Wahyudi.

Namun begitu, pihaknya tetap akan mengecek informasi tersebut.

"Mungkin tanpa petugas tahu, ada yang curi-curi masuk lalu lari keluar lagi. Kita harus cek dulu, tapi saya rasa klaim luasan 90 hektare itu terlalu berlebihan," ucapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sapi Milik Peternak Miskin Dibantu Pakan Konsentrat

Minggu, 26 September 2021 | 20:04 WIB

Klinik Bima Husada, Gratis Bagi Warga Tak Mampu

Minggu, 26 September 2021 | 19:04 WIB

Prospek Budi Daya Tanaman Porang di Magelang Terbuka

Minggu, 26 September 2021 | 13:26 WIB

2.358 Peserta Tes Berebut 100 Kuota CPNS Pemkab Kebumen

Sabtu, 25 September 2021 | 15:51 WIB

Belasan Kelompok Tani di Sleman Dibantu Alsintan

Jumat, 24 September 2021 | 14:49 WIB
X