Fraksi Gerindra DPRD Jepara Diminta Kawal Persoalan Covid-19

- Jumat, 18 Juni 2021 | 13:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak di RSUD Jepara untuk melihat penanganan Covid-19. Foto: dok. Jatengprov
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan sidak di RSUD Jepara untuk melihat penanganan Covid-19. Foto: dok. Jatengprov

JEPARA, suaramerdeka.com - Anggota DPRD Jepara Fraksi Gerindra mendapat instruksi agar mengawal persoalan Covid-19. Tujuannya agar kebijakan penanganan Covid-19 yang ditempuh Pemkab Jepara cepat dan tepat sasaran.

"Covid-19 ini masalah serius. Upaya antisipasi harus terus dilakukan. Jepara selatan sudah merah makanya harus dicegah jangan sampai nanti merembet hingga kawasan utara," kata Ketua DPRD Jepara, Abdul Wachid.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng yang juga menjabat anggota Fraksi Gerindra di DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto meminta pelaku industri dan masyarakat menerapkan prokes ketat.

Baca Juga: Kakorlantas Ubah Mobil Pelayanan Lalin, Tekan Laju Penyebaran Covid-19

Tak hanya di Rembang, tapi semua wilayah di Jateng termasuk di Kota Semarang. Terlebih lagi bagi daerah-daerah yang saat ini menjadi zona merah Covid 19.

Data dari satgas Covid maupun Pemprov Jateng menyebutkan adanya peningkatan jumlah kasus Covid 19 di sejumlah daerah.

Berdasarkan corona.jatengprov.go.id per 16 Juni 2021, ada 15.395 kasus aktif di Jateng dan mereka dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri. Jumlah orang yang meninggal karena Covid 19 sudah mencapai 14.278 orang. Tingkat kesembuhan mencapai 194.074 kasus.

Baca Juga: Kegiatan Keagamaan di Banyumas Dibatasi, Upaya Penanggulangan Covid-19

"Perusahaan mesti serius menerapkan prokes. Produksi silakan, tapi prokes mesti dijalankan. Masyarakat juga harus disiplin. Jika tidak, maka kasus akan meningkat dan menambah berat untuk pemulihan sektor kesehatan dan ekonomi," ujar Yudi.

Di sisi lain, Kepala Desa Banyuputih, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Joko Prakoso. Saat ini, di Desa Banyuputih ada 45 warga yang positif Covid-19 dan lima di antaranya sudah meninggal dunia.

Menurut Joko, di desanya ada empat perusahaan dengan jumlah karyawan mencapai ribuan orang. Di desanya juga terdapat 120 tempat kos yang menampung para pekerja, khususnya yang berasal dari luar daerah.

"Mereka ada yang berasal dari Kudus dan sekitarnya. Ini yang membuat saya khawatir angka kasus di desa ini terus naik. Apalagi mobilitas pekerja sangat tinggi. Saya ingin Pemkab Jepara atau satgas Covid-19 tak bosan mengingatkan perusahaan agar lebih ketat dan taat prokes," tandas Joko Prakoso.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temanggung akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB
X