Kakorlantas Ubah Mobil Pelayanan Lalin, Tekan Laju Penyebaran Covid-19

- Jumat, 18 Juni 2021 | 12:42 WIB
Kakorlantas Ubah Mobil Pelayanan Lalin tekan penyebaran Covid-19/Foto Humas Polri
Kakorlantas Ubah Mobil Pelayanan Lalin tekan penyebaran Covid-19/Foto Humas Polri

 

SOLO, suaramerdeka.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono merespon cepat lonjakan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran. Mobil-mobil pelayanan lalu lintas (Lantas) diubah peruntukkannya secara situasional.

Istiono mengatakan, mobil-mobil milik Satlantas Polri diubah demi kepentingan menekan laju penyebaran Covid-19. Dia pun berharap kasus Covid-19 dapat segera turun.

Nah ini penting. Kita semua harus meresponnya dengan cepat situasi ini. Oleh karena itu juga, termasuk mobil-mobil pelayanan kita di lalu lintas pun kita banyak yang ubah saat ini, untuk kepentingan situasional,” ujar Istiono saat berada di salah satu Pos PPKM Mikro Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Kamis 17 Juni 2021.

Baca Juga: Warga Sukarela Ikuti Tes Swab, HKTI Catat 50 Peserta Positif

Ia mencontohkan seperti mobil keliling, ambulan dan mobil Dikmas diubah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penyebaran Covid-19 ini.

Dia menyampaikan, saat ini terdapat 12 Provinsi dan 29 Kabupaten yang masuk zona merah. Sehingga, semua pihak harus saling bahu-membahu memperketat mobilitas.

“Kita mendirikan pos cek poin pengetatan ini. Kita sudah bangun 152 cek poin di zona-zona merah. Kegiatannya adalah rapid test random secara gratis, kemudian kita bagi masker, sosialisasi kepada masyarakat,” kata Istiono.

Baca Juga: Kemenkes Tak Izinkan 4 Vaksin Ini untuk Vaksinasi Mandiri, Ini Penjelasan Jubir Covid-19

Istiono menjelaskan, aktivitas pengetatan di pos-pos cek poin tersebut dilakukan pada jam-jam sibuk. Terutama pada hari-hari libur.

“Agar laju perkembangan Covid-19 itu dari segi mobilitas dapat kita kendalikan. Ini ayo kita harus sama-sama dengan masyarakat dan instansi terkait untuk mengerem kegiatan ini di lapangan. Kalau tidak dibantu dengan kesadaran masyarakat, Ini akan sangat sulit,” tuturnya.

Istiono juga mengapresiasi jajaran Satlantas Polresta Surakarta. Meskipun Solo tak termasuk zona merah, namun langkah-langkah antisipatif tetap dilakukan.

“saya harapkan daerah-daerah lain juga melakukan hal yang sama. Tidak di zona merahnya, tapi yang di perbatasan zona merah juga dilakukan pengetatan bidang mobilitas kita monitoring. Kita lakukan rapid test random secara gratis. Kalau ketahuan ada beberapa orang kan bagus itu,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temanggung akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB
X