Cegah Covid-19, Perusahaan di Jepara Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

- Jumat, 18 Juni 2021 | 11:31 WIB
anggota DPR RI Abdul Wachid. (suaramerdeka.com / dok)
anggota DPR RI Abdul Wachid. (suaramerdeka.com / dok)

JEPARA, suaramerdeka.com - Lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir di Kabupaten Jepara membuat anggota DPR RI Abdul Wachid prihatin.

Wakil rakyat asal Desa Margoyoso, Kalinyamatan Jepara ini menyoroti lemahnya penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkup pabrik-pabrik yang ada di kawasan Jepara bagian selatan.

Saat ini, kawasan Jepara bagian selatan mulai dari Kecamatan Nalumsari, Mayong, Kalinyamatan hingga Pecangaan sudah masuk zona merah Covid-19. Di kawasan Jepara utara atau lainnya berstatus zona oranye atau kuning.

Baca Juga: Antisipasi Peningkatan Kasus COVID-19, Menteri BUMN Erick Thohir Terapkan WFH 17-25 Jun

Disinyalir, salah satu faktor yang mempengaruhi lonjakan kasus di Jepara selatan karena tingginya mobilitas para pekerja seiring aktivitas industri atau pabrik-pabrik besar di kawasan itu.

Jumlah pekerja di pabrik-pabrik besar yang memproduksi garmen hingga sepatu itu mencapai puluhan ribu orang.

Menurut Abdul Wachid, kondisi itu berpotensi mempercepat penyebaran Covid-19 di Jepara. Terlebih saat ini, di kabupaten tetangga yakni Kudus sudah ditemukan Covid-19 B.1.617 atau varian Delta asal India yang lebih infeksius dan ganas dibanding varian sebelumnya.

Baca Juga: Grobogan Zona Merah, Ganjar Waspadai Pekerja Lintas Daerah

Para pekerja pabrik-pabrik besar di Jepara itu tidak hanya warga sekitar namun banyak juga yang berasal dari Kudus, Demak, Pati yang masuk kategori zona merah Covid-19.

"Makanya prokes harus lebih diperketat untuk menekan penyebaran Covid-19. Harus ada tes PCR atau minimal swab antigen untuk para pekerja setiap tiga hari sekali . Kalau hanya pakai masker atau thermogun saja jelas tidak memadai," kata Abdul Wachid.

Berdasar data Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara, pada Rabu (16/6), terjadi penambahan 241 kasus positif di Kota Ukir. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Covid-19 masuk ke wilayah Jepara.

“Jika ditotal, jumlah warga Jepara yang terpapar Covid-19 sebanyak 10.686 orang itu yg benar ketahuan saya kira masih yang tidak terdeteksi. Dari jumlah itu, 8.346 orang dinyatakan sembuh, 1.757 orang masih menjalani perawatan baik di rumah sakit maupun isolasi dan 583 orang dinyatakan meninggal dunia,” kata dia.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X