Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Pati Ditunda

- Kamis, 17 Juni 2021 | 17:45 WIB
PENANGANAN COVID-19: Bupati Haryanto memimpin rapat mendadak tentang penanganan Covid-19 dengan mengundang camat. SM/M Noor Efendi
PENANGANAN COVID-19: Bupati Haryanto memimpin rapat mendadak tentang penanganan Covid-19 dengan mengundang camat. SM/M Noor Efendi

PATI, suaramerdeka.com - Pembelajaran tata muka (PTM) terbatas yang rencananya dimulai Juli tidak dapat dilakukan di Pati.

Bupati Haryanto menyatakan, penundaan PTM lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di daerahnya.

"Uji coba sekolah kami pending karena kondisi semacam ini. Kami akan bahas dan rapatkan kembali setelah kondisi normal," ujarnya seusai rapat evaluasi pencegahan dan penanganan Covid-19 di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (16/6).

Baca Juga: Update Corona 17 Juni: Pasien Sembuh dari Covid-19 Hari Ini Total 1.771.220 Orang

Dia menjelaskan, jumlah kasus Covid-19 yang terus menunjukkan peningkatan tidak memungkinkan untuk menggelar PTM. Jika dipaksakan maka berisiko terhadap peserta didik.

"Penundaan ini demi menyelamatkan anak-anak dan memutus rantai penularan Covid-19. Apalagi sudah ada anak berusia 15 tahun meninggal dunia terinfeksi Covid-19," katanya.

Fakta demikian, lanjut dia, menunjukkan jika risiko kematian akibat Covid-19 tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

Baca Juga: Hendi Prioritaskan Vaksinasi Menyasar Guru Paud

Atas pertimbangan itu maka mengambil sikap untuk tidak membuka sekolah terlebih dahulu sampai kondisi benar-benar memungkinkan.

"Kita belum aman dari Covid-19. Nanti kalau sudah normal, pasti kita akan memberi kesempatan," tandasnya.

Haryanto yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pati meminta jajarannya untuk bertindak tegas atas kegiatan yang menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi terjadi penyabaran Covid-19.

Baca Juga: Gagal Tendang Pinalti, Bale Sebut Kemenangan Tim Lebih Penting

Camat diinstruksikan untuk tidak ragu-ragu menertibkan kerumunan seperti pada acara hajatan dan hiburan yang tidak sesuai Surat Edaran Bupati Pati berkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

"PPKM harus dilaksanakan secara lebih ketat. Tidak usah ewuh membubarkan kerumunan, kita di-back up 36 anggota TNI dari Korem dan 60 anggota Brimob Polda Jateng. Ini sudah emergency, sudah darurat," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X