Konservasi Penyu di Kalibuntu, Buat Penangkaran Hingga Patroli Telur

- Kamis, 17 Juni 2021 | 16:40 WIB
SELESAI BERTELUR: Anggota Kelompok Pelestari Alam (KPA) Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen mendapati seekor penyu yang selesai bertelur di Pantai Kalibuntu.(suaramerdeka.com/Supriyanto)
SELESAI BERTELUR: Anggota Kelompok Pelestari Alam (KPA) Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen mendapati seekor penyu yang selesai bertelur di Pantai Kalibuntu.(suaramerdeka.com/Supriyanto)

"Meski begitu kami sering mengecek kondisinya sampai menetas," ujar Syarif Hidayat menyebutkan bahwa penetasan telur di penangkaran terlindung dari serangan predator maupun mereka yang akan mengambil telur penyu.

Syarif menyebutkan bahwa patroli di pesisir bertujuan untuk memberikan keamanan telur-telur penyu dari perburuan. Karena diakuinya meskipun kesadaran masyarakat sudah tumbuh, masih saja ada orang yang memburu telur penyu.

"Patroli ini sekaligus sebagai upaya penyelamatan telur penyu sampai menetas dan kembali ke habitat asalnya," ujarnya seraya menyebutkan operasional KPA dilakukan secara swadaya.

Baca Juga: Kadin DIY Gelar Vaksinasi untuk 50.000 Pelaku UMKM dan Usaha Lainnya

Sementara itu, telur-telur penyu yang berada penangkaran setelah menetas akan kembali dilepasliarkan. Pelepasliaran penyu menjadi atraksi wisata yang menarik para wisatawan. Tak hanya itu, area Konservasi Penyu Kalibuntu berpotensi untuk dikembangkan menjadi research center.

"Penangkaran penyu ini ke depan saya bayangkan akan menjadi research center. Para peneliti banyak yang datang ke sini, pengunjung juga banyak yang ke sini,” ujar Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S Ansgari saat mengunjungi area tersebut.

Wilayah konservasi penyu ini menjadi salah satu perhatian Bupati Kebumen Arif Sugiyanto untuk terus dilestarikan dan dijaga keberlangsunganya untuk keseimbangan alam. Untuk kesekian kalinya, Bupati Arif Sugiyanto bersama Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih melepasliarkan puluhan tukik di wilayah Konservasi Penyu Kalibuntu.

"Kelestarian alam ini bukan hanya kita yang menikmati, tapi juga anak cucu kita ke depan. Lingkungan dan alam ini harus kita jaga. Apalagi lingkungan yang masuk wilayah konservasi. Jangan sampai anak cucu kita sudah tidak bisa lagi melihat keindahan penyu di Kebumen," kata Arif Sugiyanto yang akan mengubah Kali Buntu menjadi wisata bahari berkelas internasional.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sapi Milik Peternak Miskin Dibantu Pakan Konsentrat

Minggu, 26 September 2021 | 20:04 WIB

Klinik Bima Husada, Gratis Bagi Warga Tak Mampu

Minggu, 26 September 2021 | 19:04 WIB

Prospek Budi Daya Tanaman Porang di Magelang Terbuka

Minggu, 26 September 2021 | 13:26 WIB

2.358 Peserta Tes Berebut 100 Kuota CPNS Pemkab Kebumen

Sabtu, 25 September 2021 | 15:51 WIB

Belasan Kelompok Tani di Sleman Dibantu Alsintan

Jumat, 24 September 2021 | 14:49 WIB
X