Tuntut Keadilan Ganti Rugi Lahan PLTU Batang, Ratusan Gelar Aksi Damai di Gubernuran

- Jumat, 1 Juli 2022 | 04:33 WIB
Massa membentangkan spanduk tuntut keadilan saat demo PLTU Batang di Gubernuran Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis 30 Juni 2022. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)
Massa membentangkan spanduk tuntut keadilan saat demo PLTU Batang di Gubernuran Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis 30 Juni 2022. (suaramerdeka.com / Siswo Ariwibowo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sekitar 350 orang melakukan aksi damai di depan Gubernuran Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.

Massa menuntut keadilan terhadap kesetaraan nilai ganti rugi dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama konsorsiumnya, yakni PT Adaro Power, J-Power dan Itochu yang dianggap masih rendah.

Koordinator lapangan Hambali mengatakan, lahan warga yang dibangun proyek PLTU Batang berada di Desa Ujungnegoro dan Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman serta Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 1 Juli 2022: Pisces Agresif, Komplikasi Aquarius, Capricorn Dengar Kata Hati!

"Intinya kami menuntut kesamaan harga Rp 400 ribu per meter. Total ada 850 orang. 180 orang lahannya dibeli Rp 400 ribu per meter, sementara 670 orang lainnya lahannya dibeli Rp 100 ribu per meter," katanya, Kamis 30 Juni 2022.

Hambali menyebut secara diam-diam PT BPI menggunakan pihak berpengaruh sebagai perantara untuk menentukan harga Rp 100 ribu per meter.

Awalnya, harga yang ditawarkan PT BPI sebesar Rp 35 ribu permeter, kemudian naik menjadi Rp 50 ribu permeter, dan naik lagi menjadi Rp 100 ribu per meter.

"Namun, di sisi lain ada sebagian lahan warga dibeli Rp 400 ribu permeter dan diwanti-wanti untuk merahasiakannya," terangnya.

Baca Juga: Jangan Bingung, TV Digital Itu Gratis Tapi Layanan Streaming Itu Berbayar

Ia menjelaskan, awal-awal kehadiran proyek PLTU Batang pada 2012 lalu yang inisiatori PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) bersama konsorsium PT Adaro Power, J-Power dan Itochu telah menimbulkan berbagai persoalan sosial bagi masyarakat setempat.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X