Desa Wisata di Sleman Beroperasi Sangat Terbatas

- Kamis, 17 Juni 2021 | 10:55 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6) dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari) (Amelia Hapsari)
Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6) dalam rangka sosialisasi Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari) (Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sebagian desa wisata di Sleman sudah kembali beroperasi.

Namun penerapannya masih sangat terbatas, dan tamu diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

"Beberapa sudah ada yang menjalankan sistem reservasi, khususnya desa wisata yang didalamnya terdapat objek wisata seperti Breksi," kata Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Sleman Doto Yogantoro, Kamis, 17 Juni 2021.

Baca Juga: Kemenag Jawa Tengah Dorong Wanita Islam Terus Berkiprah Bantu Pemerintah

Sementara bagi desa wisata yang sepenuhnya mengandalkan paket, pengoperasiannya masih sangat terbatas.

Doto mencontohkan pada desa wisata Pentingsari yang dia kelola, sudah ada kunjungan tamu dari luar DIY seperti Bali, Kalimantan, dan Jakarta.

Namun begitu jumlahnya tidak banyak.

Baca Juga: Pemkab Kudus Tambah Target Sasaran Vaksinasi Covid-19

Jika sebelum pandemi angka kunjungan bisa mencapai 2.000 orang per bulan, kini hanya di kisaran 100-200 pengunjung.

"Yang penting bisa memotivasi masyarakat dulu untuk kembali menghidupkan desa wisata, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," ucapnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X