Saatnya Lembaga Penyiaran Publik Menjadi Media Layanan Publik

- Rabu, 16 Juni 2021 | 07:15 WIB
Pakar Media Layanan Publik, Darmanto.(suaramerdeka.com / Agung PW)
Pakar Media Layanan Publik, Darmanto.(suaramerdeka.com / Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) akan berkembang ketika ada efisiensi dan efektivitas organisasi.

Di Indonesia, LPP sangat gemuk sehingga sudah saatnya melakukan reorganisasi. Salah satunya dengan konsep penyatuan dan perubahan ke dalam satu wadah, Media Layanan Publik.

Peneliti Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta, Darmanto SPd MA mengungkapkan hal itu dalam diskusi bertajuk ''Lembaga Penyiaran Publik: Tantangan dan Peluang'', kemarin.

Baca Juga: Pedagang Pasar di Kebumen Jadi Sasaran Vaksinasi Massal

Diskusi secara virtual digelar Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Keberadaan Media Layanan Publik sangat strategis dalam situasi informasi yang semakin kompleks.

Keriuhan informasi memerlukan kehadiran media yang mampu menjadi rujukan bagi publik. Rujukan harus memenuhi kaidah-kaidah media yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lain halnya sekarang ini, masyarakat kesulitan mencari informasi rujukan yang kredibel yang dapat membangun kepercayaan dan partisipasi publik.

''Perlu perubahan revolusioner kalau memang kita menginginkan media layanan publik yang maju. Bubarkan yang lama dan bentuk baru, isi dengan generasi baru yang memahami konsepsi Media Layanan Publik secara benar,'' tandas Darmanto.

Baca Juga: 15 Tahun Sengketa, GKI Yasmin Akhirnya Dapat Lahan Hibah dari Pemkot Bogor

Ia menjelaskan ada dua pendekatan dalam perubahan Lembaga Penyiaran Publik menjadi Media Layanan Publik, struktural dan kultural.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X