Kajati Jateng: Banyak Lembaga Penegak Hukum Tindak Pidana Korupsi, Namun Jumlah Koruptor Meningkat

- Kamis, 23 Juni 2022 | 23:43 WIB
BPJamsostek dan Kejaksaan Tinggi Negeri Jateng kampanye anti korupsi. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
BPJamsostek dan Kejaksaan Tinggi Negeri Jateng kampanye anti korupsi. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek Kantor Wilayah Jateng & DIY melakukan kampanye anti korupsi pada kegiatan koordinasi dengan para Kejaksaan Negeri se-Jawa Tengah.

Acara koordinasi yang menghadirkan narasumber eksternal dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Tengah tersebut dibuka oleh Deputi Direktur Wilayah BPJamsostek Jateng & DIY Cahyaning Indriasari, baru-baru ini.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jateng, Andi Herman mengatakan, bahwa berdasarkan data yang ada selama ini, begitu banyak lembaga penegak hukum yang melakukan penegakan hukum tindak pidana korupsi.

Tetapi tidak kurang-kurangnya juga orang yang melakukan tindak pidana korupsi atau koruptor.

Baca Juga: Selamat Ya untuk 5 Zodiak Ini, Akan Berenang di Lautan Uang Juli 2022

''Jika sekarang ini semakin banyak aparatur penegak hukum, seyogyanya tindak pidana korupsi menurun, tetapi pada kenyataannya trennya justru semakin meningkat. Adapun penyebabnya adalah kualifikasi perbuatan yang dapat dikatakan tindak pidana korupsi juga meningkat,'' paparnya saat menjadi narasumber rakor BP Jamsostek dengan Kejaksaan Negeri se-Jateng.

Lebih lanjut Andi menambahkan, jika sebelumnya sesuai UU 31 Tahun 1999 terdapat dua tindak pidana korupsi.

Yaitu menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri dan secara melawan hukum merugikan Negara.

''Namun dalam UU 20 Tahun 2001 terdapat 7 tindak pidana korupsi yaitu kerugian keuangan negara, pemerasan, suap menyuap, gratifikasi, kecurangan (fraud), penggelapan dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan. Dari tujuh golongan tadi dibreakdown lagi menjadi 37 perbuatan, yang tadinya itu masih dalam tindak pidana umum dikualifikasikan menjadi tindak pidana korupsi, sehingga tindak pidana korupsi menjadi lebih luas," jelasnya.

Baca Juga: Mirip Crazy Rich Nasib 6 Zodiak Ini, Bakal Kebanjiran Rezeki di 7 Hari ke Depan

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X