Ribuan Anak Muda Bantul Gelar Deklarasi Anti Narkoba dan Klitih

- Minggu, 28 Januari 2018 | 23:32 WIB
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (kemeja hijau), dan anggota Komisi D DPRD Bantul, Subhan Nawai, bersama-sama deklarasikan anti narkoba dan ant klitih. (suaramerdeka.com/Sugiarto)
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (kemeja hijau), dan anggota Komisi D DPRD Bantul, Subhan Nawai, bersama-sama deklarasikan anti narkoba dan ant klitih. (suaramerdeka.com/Sugiarto)

BANTUL, suaramerdeka.com - Ribuan anggota komunitas sepeda motor yang tergabung dalam wadah Chex Zhut Family se Kabupaten Bantul, di mana anggotanya mayoritas anak-anak muda tersebut, Minggu (28/1) menggelar deklarasi anti narkoba dan anti 'klitih' di Pasar Seni Gabusan (PSG), Jalan Parangtritis Km 9, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Deklrasi yang mereka lakukan ini, sekaligus untuk menekan tindak kejahatan yang merusak jiwa anak muda. Mereka sepakat memerangi narkoba dan 'klitih' atau tindak pidana dengan melakukan penyerangan terhadap pengendara sepeda motor tanpa sebab. Biasanya, pelaku menggunakan sepeda motor yang usianya masih relatif muda.

Deklrasi yang cukup simpatik ini mereka lakukan di hadapan Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dan anggota Komisi D DPRD Bantul sekaligus Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawai, dam di hadapan anggota Polres Bantul. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat oleh kawula muda Bantul dengan mendatangi acara tersebut.

Menurut Kusbowo, Ketua Chex Zhut Familya, merasa prihatin dengan tindak kejahatan klitih yang pelakunya sebagian besar pelajar dan  merupakan generasi muda penerus bangsa. "Masa depan mereka harus hancur, karena mendekam dipenjara akibat tindakan klitih tersebut. Kami berharap itu tidak ada lagi," katanya, di sela-sela acara tersebut.

Tindakan pidana klithih ini, lanjut dia, tidak lepas dari konsumsi narkoba sebelum melakukan aksi. Sehingga ketika sedang beraksi sangat bringas seperti jagoan. Setelah pengaruh obat selesai atau mereda, baru sadar dan menangis menyesali kejadian tersebut. Namun semua sudah terlanjur diproses sesuai hukum.  

Korban klitih mayoritas orang yang tidak tahu apa-apa. Bahkan di antara korban ada yang sampai meninggal dunia. Oleh karena itu, tindakan ini harus segera diakhiri dan tidak perlu ada lagi sebelum menyesal di kemudian hari. "Ingat korban klithih ada yang sampai meninggal dunia, apalagi korbannya pelajar," katanya lagi.

Melihat berbagai peristiwa yang cukup memprihatinkan tersebut, komunitas sepeda motor yang anggotanya anak-anak muda merasa prihatin dan terpanggil untuk mengkampanyekan anti klitih dan anti narkoba. "Sebagai wujud perlawanan kami, maka kita deklarasikan generasi muda anti narkoba dan klithih," ungkapnya.

Anggota Komisi D DPRD Bantul, Subhan Nawawi, yang menyaksikan deklarasi tersebut mengatakan, pemberantasan narkoba dan kejahatan klitiih perlu adanya dukungan dari masyarakat terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. "Bagaimana bangsa ini akan maju jika generasi mudanya terjebak narkoba," katanya, dengan nada tanya.

Sementara Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, bahwa Bantul merupakan kabupaten kreatif. Sehingga generasi muda diharapkan juga berprilaku kreatif serta menjauhkan diri dari barang haram narkoba dan tindak pidana klitih. "Banyak kegiatan kreatif dan mampu menghasilkan pendapatan dari pada terjebak narkoba dan kejahatan klithih," jelasnya.

Politisi PKB ini juga memberikan apresiasi positif atas deklarasi pemuda anti narkoba dan kejahatan klitih, karena pencegahan narkoba dan kejahatan klithih merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya pekerjaan polisi, pemda tapi semua unsur masyarakat termasuk generasi muda. 

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Siswa MAN Purbalingga Diminta Teladani Nabi Muhammad

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:05 WIB

Ajakan Warga Mangunan Jaga Hutan lewat Tradisi Kenduri

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:32 WIB
X