Longsoran Desa Bantar Dipasangi EWS

- Selasa, 23 Januari 2018 | 06:33 WIB
PASANG EWS : Alat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) dipasang oleh sejumlah staf dan sukarelawan BPBD dibantu TNI di perbatasan zona merah gerakan tanah dan zona aman di Dusun Pramen Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa.(suaramerdeka.com/M Syarif SW)
PASANG EWS : Alat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) dipasang oleh sejumlah staf dan sukarelawan BPBD dibantu TNI di perbatasan zona merah gerakan tanah dan zona aman di Dusun Pramen Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa.(suaramerdeka.com/M Syarif SW)

ANJARNEGARA,suaramerdeka.com - BPBD Banjarnegara memasang peralatan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di perbatasan zona merah gerakan dan zona aman di permukiman Dusun Pramen Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa.

Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, mengatakan bahwa upaya tersebut sebagai pencegahan dan mendeteksi laju gerakan tanah di lokasi bencana tanah gerak tersebut. EWS yang dipasang merupakan sumbangan donatur atau CSR.

''Perlengkapan sistem peringatan dini tersebut merupakan rangkaian sederhana yang dipasang di perbatasan zona merah dan zona aman. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pentauan bila ada gerakan tanah. Baik di zona merah maupun zona aman,'' katanya.

Bila ada gerakan yang signifikan, maka sirene pada perangkat tersebut akan berbunyi sebagai tanda peringatan. Oleh karena itu warga setempat bisa lebih waspada.

''Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai pemasangan perangkat itu. Hal tersebut dimaksudkan supaya warga tidak panik dan takut ketika ada sirine berbunyi,'' ujarnya.

Oleh karena itu, melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk BPBD untuk membantu penanganan bencana di Bantar, diharapkan perawatan dan penggunaan EWS bisa lebih awet. Sebab warga dibekali cara untuk merawat dan memahami tanda yang dikeluarkan alat tersebut.

''Jadi bila ada tanda peringatan berupa bunyi sirine, maka warga dapat lebih waspada namun tidak panik. Anggota pokmas yang membantu penanganan bencana di Desa Bantar, bisa segera mengecek perangkat itu saat sirine berbunyi,'' katanya.

Selanjutnya dilakukan pengecekan retakan atau gerakan tanah bila secara kasat mata tidak begitu nampak. Bila ada retakan yang berbahaya atau masih terpantau adanya gerakan tanah signifikan maka warga bisa menyingkir atau mengungsi sementara waktu.

Editor: Rosikhan

Terkini

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X