Berantas Klitih, Komunitas Jawil Jondil Sinergi dengan Polisi

- Selasa, 15 Juni 2021 | 16:55 WIB
 FOTO BERSAMA : Anggota komunitas Jawil Jondil foto bersama usai audiensi terkait upaya penanganan klitih di Mapolres Sleman, Selasa (15/6). (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
FOTO BERSAMA : Anggota komunitas Jawil Jondil foto bersama usai audiensi terkait upaya penanganan klitih di Mapolres Sleman, Selasa (15/6). (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sudah bertahun-tahun masyarakat Yogyakarta dibuat gerah dengan aksi kejahatan jalanan atau dikenal sebagai istilah klitih. Kejadian yang terus berulang itu mematik keprihatinan sekelompok warga asal Sleman, hingga kemudian membentuk komunitas Jawil Jondil.

Komunitas ini mulai eksis pada 28 Maret 2020. Beranggotakan 14 personel inti dan dukungan 250 personel lainnya, mereka aktif menyisir jalan di seputaran wilayah Sleman khususnya pada malam hari untuk mengantisipasi klitih. Setahun berjalan, banyak kiprah yang mereka dedikasikan dengan tulus ikhlas tanpa berharap imbalan apapun.

"Sudah dua aksi klitih yang kami tangani, dan diserahkan ke polsek. Kami juga beberapa kali membantu aparat mengatasi massa jika terjadi tawuran antar pemuda maupun perkelahian geng, serta ada kegiatan Jumat berkah," tutur Ketua Jawil Jondil, Yoga Restu Adi ditemui usai audiensi di Mapolres Sleman, Selasa (15/6).

Baca Juga: Meski Sudah Divaksin, Tetap Diimbau Laksanakan Protokol Kesehatan

Aksi yang mereka lakukan ini menuai respon dari aparat penegak hukum. Bahkan sudah disusun standar operasional prosedur sebagai acuan komunitas ini saat menjalankan misi memberantas klitih.

Standar operasi ini sekaligus sebagai perlindungan bagi para relawan agar aksi kemanusiaan mereka tidak menjadi bumerang di kemudian hari. Yoga mengaku sudah beberapa kali anggotanya diteriaki klitih oleh pelaku saat hendak melakukan pengamanan.

Belajar dari pengalaman itu, pihaknya sudah menyiapkan seragam khusus sebagai identitas. Sekjen Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR) Waljito menjelaskan, audiensi ini dimaksudkan agar tidak terjadi multi tafsir atas kegiatan positif yang diupayakan gerakan Jawil Jondil.

Baca Juga: Market Share Naik jadi 6,51 Persen, Perbankan Syariah Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

"Komunitas ini bertujuan membantu mengatasi keresahan masyarakat atas tindak klitih yang belakangan marak. Mereka tidak akan main hakim sendiri, tapi tetap bersinergi dengan aparat kepolisian," kata Waljito.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sapi Milik Peternak Miskin Dibantu Pakan Konsentrat

Minggu, 26 September 2021 | 20:04 WIB

Klinik Bima Husada, Gratis Bagi Warga Tak Mampu

Minggu, 26 September 2021 | 19:04 WIB

Prospek Budi Daya Tanaman Porang di Magelang Terbuka

Minggu, 26 September 2021 | 13:26 WIB

2.358 Peserta Tes Berebut 100 Kuota CPNS Pemkab Kebumen

Sabtu, 25 September 2021 | 15:51 WIB

Belasan Kelompok Tani di Sleman Dibantu Alsintan

Jumat, 24 September 2021 | 14:49 WIB
X