Timbulkan Polemik, Fans Iwan Fals Protes Logo dan Nama LSM di Rembang

- Rabu, 10 Januari 2018 | 06:31 WIB
KEBERATAN : Seorang pengurus Ormas fans Oi (fans Iwan Fals) mendatangi Kantor PWI Rembang dan menunjukan surat keberatan adanya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang nama dan logonya mirip dengan organisasi mereka. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
KEBERATAN : Seorang pengurus Ormas fans Oi (fans Iwan Fals) mendatangi Kantor PWI Rembang dan menunjukan surat keberatan adanya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang nama dan logonya mirip dengan organisasi mereka. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Organisasi penggemar Iwan Fals di Kabupaten Rembang, Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Ormas Oi merasa keberaratan atas kemunculan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Rembang.

Pasalnya, nama dan logo LSM tersebut dinggap mirip dengan Ormas Oi yang sudah sejak 16 Agustus 1999 didirikan oleh para penggemar musisi Iwan Fals bersama Virgiawan Listanto di Depok, Jabar.

Perwakilan pengurus BPK Ormas Oi Rembang, Arif Bahtiar yang Selasa (9/1) mendatangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang mengungkapan, rasa keberatan dan berujung protes berawal dari beredarnya sebuah undangan dan permintaan sumbangan oleh LSM tersebut.

Dalam undangan itu, tertera nama LSM OI (Orang Indonesia) yang menggunakan logo mirip atau menyerupai logo Ormas Oi. Dalam undangan tersebut. LSM OI meminta sumbangan ke berbagai instansi pemerintah maupun swasta yang rencananya akan digunakan untuk pentas musik tembang kenangan dan campursari pada 24 Febuari 2018 mendatang.

“Belakangan kami melihat LSM mengatasnamakan LSM OI berkepanjangan Orang Indonesia, yang bersekretariat di Jalan Jenderal Sudirman. Logo dan namanya mirip dengan Ormas Oi milik kami. Ini menjadi kesalahpahaman, banyak masyarakat yang tanya,” terang Arif.

Atas hal itu, BPK Ormas Oi Rembang merasa keberatan dan meminta kepada LSM OI untuk mengganti nama dan logonya. Arif juga menuntut kepada LSM OI agar menarik udangan penarikan sumbangan yang di dalamnya terdapat nama dan logo mirip BPK Ormas Oi.

“Kami sudah bertemu dengan LSM OI, dan katanya Minggu (7/1) undangan akan ditarik. Tetapi pada Senin (8/1) kemarin kami masih mendapati laporan undangan masih beredar. Jika tidak ditarik, kami akan konsultasi ke DPW Ormas Oi untuk menempuh langkah selanjutnya,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua LSM OI, A Satrio saat dikonfirmasi mengaku sudah melakukan perubahan nama dan logo organisasinya. Nama organisasinya telah dirubah menjadi LSM Orang Indonesia Rembang (OIR). Begitu pula dengan logo yang juga dirubah sesuai dengan namanya.

“Undangan yang sudah terlanjur menyebar dengan nama Orang Indonesia (OI) akan kami tarik. Hari ini (kemarin-red) rencananya mulai ditarik,” ujar Satrio.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Terkini

Kominfo Sosialisasikan RKUHP di Unsoed Purwokerto

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:50 WIB

Jateng Optimistis: Siapkan Upaya Konkret Hadapi Resesi

Selasa, 6 Desember 2022 | 05:20 WIB
X