Ngaku Polisi, Rampas Motor dan Perkosa Korban

- Sabtu, 6 Januari 2018 | 23:48 WIB
DIRINGKUS: Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto memintai keterangan pelaku perampasan motor yang disertai pemerkosaan yang baru saja diringkus anggotanya untuk diperiksa di Mapolres Brebes. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)
DIRINGKUS: Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto memintai keterangan pelaku perampasan motor yang disertai pemerkosaan yang baru saja diringkus anggotanya untuk diperiksa di Mapolres Brebes. (suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com - Aksi perampasan sepeda motor yang disertai pemerkosaan terhadap korbannya, terjadi di Komplek GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes, baru-baru ini. Dalam aksinya, pelaku yang berjumlah dua orang itu, mengaku-ngaku sebagai anggota polisi. Keduanya kini diringkus jajaran Polres Brebes, bahkan seorang di antaranya terpaksa ditembak di kaki, karena melawan saat akan ditangkap.

Korban adalah L (16) pelajar di salah satu SMA di Kota Brebes, warga Desa Sigambir Kecamatan Brebes. Sedangkan pelaku adalah Delta (31) warga kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal dan Reza (24), warga Kecamatan/ Kabupaten Brebes. Kedua pelaku itu diringkus polisi kurang dari 24 jam setelah kejadian. Kali pertama polisi menangkap Reza pada Kamis malam (4/1) dan disusul Delta pada Jumat siang (5/1)

Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto mengungkapkan, kejadian itu berawal saat korban bersama pacarnya T (15) jalan-jalan dan nongkrong di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes sekitar pukul 20.30 WIB, dengan mengendari sepeda motor Honda Beat hitam. Saat mereka asyik berpacaran, tiba-tiba didatangi kedua pelaku yang mengaku sebagai polisi. Pelaku dalam kondisi mabuk minuman keras itu kemudian membawa korban.

Reza membawa teman laki-laki korban dengan sepeda motornya, sedangkan Delta membawa korban dengan sepeda motor korban. "Korban yang dibawa salah satu pelaku ini kemudian diperkosa di tepi areal persawahan di Kelurahan Limbangan Wetan. Korban sebelumnya dipaksa dengan dipukul dan ditampar pelaku. Usai melakukan aksi bejadnya, pelaku merampas sepeda motor korban," ungkap Kaporles.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus itu terbongkar berawal dari pelaku Reza yang membawa teman laki-laki korban. Mungkin tidak sadar karena dalam kondisi mabuk, pelaku membawa pacar korban ke Mapolsek Brebes. Saat itu juga pacar korban meminta tolong petugas dan pelaku diringkus. Dari satu pelaku yang ditangkap tersebut, kasusnya dikembangkan dan seorang pelaku lain berhasil diringkus di rumahnya di daerah Kota Tegal.

"Dalam aksinya ini, pelaku mengaku anggota polisi. Keduanya kini sudah kami amankan berserta barang bukti berupa pakaian korban dan sepeda motor korban serta pelaku," jelasnya.

Atas perbuatannya itu, sambung Kapolres, kedua pelaku diancam pasal berlapis. Yakni, pancurian dengan kekerasan dan pemerkosaan anak di bawah umur. "Anggota kami masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku ini. Sedangkan korban masih mengalami trauma," sambungnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Kapolres mengimbau agar para orang tua lebih mengawasi anak-anaknya. Terutama, untuk melarang anak-anaknya keluar rumah hingga larut malam. Apalagi dengan membawa sepeda motor. Sebab, hal itu akan memancing timbulnya tindak  kejahatan.

Sementara, Delta (31) salah seorang pelaku di depan penyidik mengaku, dirinya saat itu mabuk berat dan khilaf melakukan perbuatannya. Ia juga membantah jika mengaku polisi, tetapi yang mengaku polisi adalah temannya. Dirinya hanya mengucapkan siap ndan saat diperintah temannya. "Saya mabuk berat saat itu dan khilaf," akunya.   

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB
X