Terbuka, Peluang Usaha Homestay di Dieng

- Kamis, 4 Januari 2018 | 21:06 WIB
foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Peluang usaha rumah inap (homestay) di Wonosobo untuk mengakomodasi kebutuhan menginap para wisatawan makin terbuka. Hal itu mengingat antusiasme wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, hingga saat ini tak pernah surut. "Kami berupaya menangkap peluang itu dengan membuka homestay tepat di jantung kota Dieng, tak jauh dari terminal angkutan umum," ujar Ketua Koperasi Pariwisata (Kopari) Wonosobo, Bambang Sutejo.

Menurutnya, pihaknya telah membuka homestay TIC-Kopari dengan fasilitas lengkap, nyaman, dan indah. Inisiatif membuka penginapan di Gedung Tourist Information Center (TIC), dilatarbelakangi pemikiran gedung tersebut dapat berfungsi lebih produktif. “Gedung TIC ini sudah cukup lama berdiri, namun secara fungsi menjadi kurang optimal, karena tidak banyak dimanfaatkan. Bahkan, cukup lama dibiarkan dalam kondisi mangkrak,” tutur dia.

Mengingat kebutuhan penginapan di Dieng beberapa waktu terakhir cukup tinggi, pihaknya mengusulkan penambahan fungsi gedung tersebut. Lokasi penginapan juga dekat dengan berbagai objek wisata di kawasan Dieng. Seperti Telaga Warna, Candi Arjuna, Dieng Plateu Theatre dan Bukit Ratapan Angin serta sejumlah kawah. Berbagai tipe kamar ditawarkan termurah untuk tamu rombongan, tipe standar untuk dua orang per kamar hingga tipe kamar VIP tersedia.

Secara harga, lanjut Bambang, pihaknya memastikan pengelola menerapkan standar harga untuk setiap tipe kamar secara proporsional. Seperti halnya pada waktu liburan Natal dan akhir tahun lalu, kamar di semua tipe habis dipesan wisatawan. “Para tamu yang menginap di TIC-Kopari rata-rata juga mengaku puas dengan fasilitas yang ada, dan juga merasa efektif mengingat jarak dengan objek wisata tujuan tidak menguras banyak tenaga,” tandasnya. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengaku tengah menyusun regulasi pengaturan tempat hiburan, tempat penginapan di wilayah Dieng, serta jasa usaha wisata. Hal itu dilakukan guna mengatur para pelaku usaha yang memanfaatkan peluang makin tingginya kunjungan wisatawan ke Dieng. Agar mereka taat aturan serta menjalankan usahanya sesuai prosedur yang berlaku.

"Untuk saat ini belum ada regulasi terkait pengaturan pendirian homestay di wilayah Dieng. Namun, kami tengah menyusun draf regulasinya agar para pelaku usaha taat aturan. Dengan regulasi itu, tentu kita juga bisa mengatur pendirian bangunan tempat penginapan maupun tempat hiburan, di lokasi yang dibenarkan. Pendirian banguan tidak bisa dilakukan sekehendak sendiri, makanya kami tengah susun regulasinya," beber dia. 

Editor: Nugroho

Terkini

Kesongo Kembali Semburkan Lumpur, Warga Berhamburan

Selasa, 28 September 2021 | 12:30 WIB

Angka Stunting Tinggi, Pemerintah Libatkan Mahasiswa

Senin, 27 September 2021 | 19:18 WIB

Hujan Deras, Rumah Rusak Diterjang Longsor

Senin, 27 September 2021 | 15:40 WIB

2.302 Peserta Ikuti SKD CASN Pemkot Magelang

Senin, 27 September 2021 | 15:12 WIB
X