Pakar: Pj Birokrat yang Ditunjuk Perlu Bersinergi dengan DPRD

- Senin, 23 Mei 2022 | 10:12 WIB
  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik pejabat menggantikan empat kepala daerah yang masa jabatannya berakhir, di Gradika Bhakti Praja, Minggu 22 Mei 2022. (suaramerdeka.com / Irawan Aryanto)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik pejabat menggantikan empat kepala daerah yang masa jabatannya berakhir, di Gradika Bhakti Praja, Minggu 22 Mei 2022. (suaramerdeka.com / Irawan Aryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pakar Pemerintahan Undip, Wijayanto yang juga Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mengatakan, pelantikan penjabat (Pj) dari birokrat memiliki beberapa catatan.

Pertama, penjabat tersebut tidak punya mandat langsung dari rakyat. Kedua bukan kepanjangan langsung dari parpol.

Hal ini menjadi catatan, salah satunya bagaimana pejabat mempengaruhi DPRD untuk perda yang diusulkan.

Disampaikannya, menjadi catatan lagi, bila penjabat yang ditunjuk berasal dari birokrat provinsi yang kemudian mengisi kekosongan kepala daerah.

Baca Juga: Ramalan Asmara Zodiak Hari Ini 23 Mei 2022: Hubungan Sagitarius Memudar, Scorpio Harus Berdebat, Libra?

Seperti di Jawa Tengah di mana tiga penjabat yang mengisi kepala daerah berasal dari birokrat provinsi.

Yakni untuk Bupati Banjarnegara, Bupati Jepara, dan Wali Kota Salatiga, untuk Kabupaten Batang, ditunjuk Sekdanya untuk menjabat bupati.

Sekarang bagaimana kemudian orang-orang tersebut mengusai daerah yang dipimpinnya.

"Saran saya, karena sudah terpilih, maka perlu kepiawaian komunikasi politik ke DPRD, media dan masyarakat. Bahwa program yang diusung penting dan sesuai daerahnya,'' ujar Wijayanto.

Baca Juga: Timnas Indonesia Rebut Perunggu SEA Games, Shin Tae-yong: Terima Kasih Pemain!

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X