Bocah SD Korban Sodomi Jalani Pendampingan

- Rabu, 22 November 2017 | 11:24 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Bocah pria yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) berusia 9 tahun sebut saja X yang menjadi korban pencabulan oleh Ahmad Junaidi Ramli (25), seorang tenaga marketing sebuah bank swasta terus menjalani pendampingan oleh pihak kepolisian. Pendampingan dilakukan lewat unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) beserta sejumlah instansi terkait lainnya.

“Kami lakukan pendampingan juga melibatkan dinas sosial serta psikolog juga kami datangkan,” tutur Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol M Kasim Akbar Bantilan, Rabu (22/11).

Menurut Akbar, pendampingan diperlukan mengingat korban yang masih berusia di bawah umur. Terlebih pihaknya juga harus melakukan pemeriksaan terhadap korban untuk mengumpulkan data-data yang bisa menjerat pelaku agar mendapat hukuman lebih berat.

“Setiap menjalani pemeriksaan, korban selalu didampingi orang tuanya. Saat ini kondisi korban baik-baik saja, tidak terguncang. Tapi bukan berarti tidak kami pantau,” jelasnya.

Terkait kasus tersebut, Akbar pun mewanti-wanti kepada para orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi putra-putrinya terutama yang masih di bawah umur. Pengawasan intensif harus dilakukan ketika putra-putri mereka sedang bermain di luar rumah karena kapan kejahatan itu terjadi dan muncul tidak bisa ditebak.

“Cukup memprihatinkan juga kasus ini. Dari catatan kami sepanjang 2017 hingga terakhir yang kasus sodomi ini, kami sudah menangani total dua kasus serupa. Pertama di awal tahun yang menimpa seorang siswa asal Purworejo yang dicabuli gurunya sendiri saat berwisata di Jogja,” tutur dia.

Lebih lanjut Akbar yang mewakili Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Tommy Wibisono menambahkan terkait tersangka pihaknya juga terus mendalami data-data yang ada.

“Pendalaman kami lakukan karena untuk melihat apakah tersangka hanya melakukan tindakan pencabulan terhadap korban saja atau malah ada korban-korban lainnya,” tandas Akbar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, X dicabuli oleh tersangka sebanyak dua kali dalam waktu yang berbeda. Untuk lokasi pencabulan dengan menyodomi korbannya dilakukan di sebuah kamar mandi tempat ibadah di kawasan Gondukusaman. Setiap melakukan aksinya, tersangka selalu mengimingi korban dengan memberi uang dengan total Rp 6 ribu.

Halaman:

Editor: Maya

Terkini

Korupsi Parkir ABA Malioboro Segera Disidangkan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:52 WIB

DPRD Setujui Raperda RPJMD 2021-2026 dengan Catatan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:15 WIB

IKM Sleman Galang Donasi bagi Tim Pemulasaraan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:34 WIB

Efisiensi, Seluruh Kendaraan Dinas Pakai Pertamax

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:44 WIB
X