Klaster Lapas Narkotika Yogyakarta Bertambah Jadi 275 Kasus

- Senin, 14 Juni 2021 | 14:12 WIB
Kadivpas Kanwil Jawa Tengah, Syafar Puji Rochmadi didampingi Kalapas Terbuka Kendal melakukan peninjauan kegiatan di Lapas Terbuka Kendal. (suaramerdeka.com/Aji)
Kadivpas Kanwil Jawa Tengah, Syafar Puji Rochmadi didampingi Kalapas Terbuka Kendal melakukan peninjauan kegiatan di Lapas Terbuka Kendal. (suaramerdeka.com/Aji)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Klaster penularan Covid-19 di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta terus bertambah. Per Senin (14/6), jumlah kasus positif mencapai 275 dimana 13 orang adalah petugas lapas, dan lainnya warga binaan.

"Awalnya yang teridentifikasi sebanyak 165 kasus positif, tapi kemarin tambah lagi 110 sehingga sekarang menjadi 275 kasus. Tracing masih dilanjutkan di blok yang belum dilakukan skrining," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Senin (14/6).

Pihaknya telah mengusulkan kepada otoritas lapas untuk menyiapkan dua blok tahanan yakni blok D dan E sebagai ruang isolasi pasien positif. Sedangkan tiga blok lain dijadikan tempat karantina.

Baca Juga: Kemenkes Perbaruhi Aturan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Pengawasan isolasi dilakukan oleh tenaga medis dari intern lapas, dan Puskesmas Pakem.

"Meskipun sudah diswab dan hasilnya negatif, mereka tetap harus dikarantina. Karena status pasien adalah warga binaan, kami sarankan isolasi tidak dilakukan di luar bangunan lapas," imbuhnya.

Kasus positif di klaster lapas ini seluruhnya berstatus tanpa gejala, dan bergejala ringan.

Kronologinya diawali dari seorang sipir yang mengeluh sakit, dan kehilangan indra penciuman pada 6 Juni silam.

Hasil pemeriksaan mandiri menyatakan sipir tersebut positif Covid-19. Setelah dilakukan tes terhadap anggota sipir lainnya, ternyata tiga orang juga kedapatan positif.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temanggung akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB
X