165 Warga Binaan Lapas Narkotika Yogyakarta Terpapar Covid-19

- Minggu, 13 Juni 2021 | 17:54 WIB
vaksin covid-19. (suaramerdeka.com / dok)
vaksin covid-19. (suaramerdeka.com / dok)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Ratusan warga binaan Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta terpapar Covid-19.

Data awal Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat temuan 165 kasus positif di lapas yang berlokasi di Pakembinangun, Pakem itu.

"Laporan terbaru, ada seratusan kasus positif di Lapas Narkotika Pakem. Tapi sudah dikondisikan oleh dinas, dan terus kita tingkatkan pengawasan skala mikro," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada wartawan, Minggu (13/6).

Baca Juga: Menkes Arab Saudi: Pemabatasan Jamaah Asing Ibadah Haji Terkait Corona

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo membenarkan informasi tersebut.

Dia menjelaskan, kronologi kasus ini bermula dari petugas lapas yang bergejala demam dan flu. Setelah dilakukan tes swab, sipir itu dinyatakan positif Covid-19.

Mengingat petugas tersebut sering kontak dengan warga binaan, pihak lapas lalu melakukan skrining.

Awalnya, skrining menyasar warga binaan yang bergejala di salah satu blok, dan ternyata didapati beberapa orang yang positif.

Baca Juga: Sikapi Lonjakan Kasus Positif Covid-19, Pemkab Semarang Siapkan Dua Rencana Khusus

"Setelah mendapat laporan, kami melanjutkan tracing. Karena pola kontak erat tidak jelas, maka hari Kamis kemarin dilakukan swab massal diikuti sekitar 350 orang karyawan maupun warga binaan," papar Joko.

Semua warga binaan yang terjangkit Covid-19 diisolasi di kompleks lapas. Tempat isolasi dipisahkan dalam beberapa bangunan blok, sedangkan area lainnya dijadikan lokasi karantina.

"Saran kami, blok D dan E yang banyak kasus positif dijadikan ruang isolasi. Sedangkan warga binaan yang negatif, digabungkan dengan blok lain yang masih aman," jelas Joko.

Baca Juga: Update: Kasus Covid-19 di Rembang, Ini Sebarannya

Dimungkinkan, kasus positif di klaster Lapas Narkotika bisa bertambah. Sebab, masih ada sekitar 100 sampel yang belum selesai pemeriksaan laboratoriumnya.

Dalam waktu dekat, Dinkes akan kembali melanjutkan tracing. Rencana, sekitar 200 warga binaan akan jadi sasaran skrining.

"Kemarin baru tiga blok, besok kita lanjutkan ke dua blok lainnya," pungkas Joko.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X