Cukup Banyak Perguruan Tinggi yang Bisa Diajak Kerja Sama Mendata Aset Pemprov Jateng

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:34 WIB
Dosen Fakultas Ilmu Sosial Teguh Hadi Prayitno. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo) (Nugroho Wahyu Utomo)
Dosen Fakultas Ilmu Sosial Teguh Hadi Prayitno. (suaramerdeka.com/Nugroho Wahyu Utomo) (Nugroho Wahyu Utomo)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketika BPKAD Jateng kerepotan dengan SDM untuk pengelolaan aset pemprov Jateng yang tersebar cukup banyak di 35 kabupaten/kota, maka Dosen Fakultas Ilmu Sosial Unnes, Teguh Hadi Prayitno menyarankan adanya kerja sama dengan perguruan tinggi.

"Ada baiknya BPKAD ini menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, karena cukup banyak perguruan tinggi yang bisa diajak kerja sama dalam hal mendata aset pemprov Jateng," kata Teguh Hadi Prayitno, kepada suaramerdeka.com.

Selain itu, kata Teguh, aset-aset pemprov Jateng ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pengabdian masyarakat.

Baca Juga: Bupati Kudus Ajak Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan Tekan Penyebaran Covid-19

"Sedangkan untuk aset yang mangkrak, bisa digunakan untuk sosial preanur bersama kampus," jelasnya.

Di sisi lain, Teguh menyayangkan lantaran masyarakat Jateng sampai saat ini belum mengakses aset-aset milik Pemprov Jateng.

Bahkan di laman jatengprov.co.id, juga tidak ditemukan data aset pemprov Jateng.

Baca Juga: Pemkab Kudus Hentikan Sementara Pengiriman Pasien Isolasi ke Donohudan

"Akan tetapi KPK justru telah menemukan 66 persen aset pemprov Jateng yang belum bersertifikat di 2020, atau sekitar 2.770 aset. Tentunya pada tahun ini akan meningkat, namun tidak signifikan," pungkasnya.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB
X