Kemenag Cilacap Imbau Jamaah Haji Bersabar Usai Keberangkatan Dibatalkan

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:12 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap, Imam Tobroni. (suaramerdeka.com/Teguh Hidayat Akbar)
Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap, Imam Tobroni. (suaramerdeka.com/Teguh Hidayat Akbar)

CILACAP, suaramerdeka.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap mengimbau kepada para calon jamaah haji untuk bersabar dan tenang, atas pembatalan pemberangkatan pada penyelenggaraan tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Cilacap, Imam Tobroni mengatakan, bahwa saat ini sudah ada Ketupusan Menteri Agama (KMA) No 660 tahun 2021.

KMA memutuskan pembatalan pemberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriyah atau 2021 ini.

Baca Juga: PKS Kota Semarang Silaturahmi Kebangsaan dengan Gerindra

Menurut dia, pembatalan pemberangkatan jemaah haji itu satu di antaranya karena Indonesia sampai dengan ditetapkan KMA tersebut belum mendapatkan kuota. Padahal waktu pelaksanaan ibadah haji sudah dekat, dan itu juga berlaku untuk negara-negara lainya.

Di samping itu, lanjut dia juga karena musibah Covid-19 yang melanda hampir semua negara, termasuk Arab Saudi dan Indonesia.

"KMA ini yang sedang dan akan kami sosialisasikan secara terusmenerus. Dari jumlah calon jemaah haji sekitar 940-an di Cilacap, harapannya tetap dalam suasana kondusif," kata Imam Tobroni, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Indonesia Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca, Sudah Raih Izin WHO

Sosialisasi itu, lanjut dia dilakukan kepada perwakilan IPHI, KBIH, Bank Syariah penerima setoran dana haji, MUI, perwakilan KUA di Cilacap, dan pihak terkait, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Mereka diharapkan untuk ikut menyosialisasikan kepada calon jemaah haji hingga masyarakat di wilayah.

Pihaknya mengimbau kepada para calon jemaah haji untuk tetap tenang dan tawakal. "Artinya bahwa, serahkan semua kepada keputusan pemerintah," kata dia.

Kemudian, pihaknya juga mengimbau kepada calon jemaah haji maupun masyarakat untuk mengindari informasi hoax, atau yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau ingin tahu informasi bisa datang langsung ke Kementerian Agama, pihak yang berkompeten, atau cek online lewat 'Simantap'-nya Kemenag. Utamanya untuk mengindari informasi hoax," jelasnya.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belasan Kelompok Tani di Sleman Dibantu Alsintan

Jumat, 24 September 2021 | 14:49 WIB

BIN Door to Door Vaksin Warga Temanggung

Kamis, 23 September 2021 | 20:30 WIB
X