Anggota DPD RI Abdul Kholik: Jateng Butuh 3 Poros Ekonomi sebagai Pusat Pertumbuhan

- Jumat, 28 Januari 2022 | 00:21 WIB
Anggota DPD RI Abdul Kholik: Jateng Butuh 3 Poros Ekonomi sebagai Pusat Pertumbuhan (sm/SHK)
Anggota DPD RI Abdul Kholik: Jateng Butuh 3 Poros Ekonomi sebagai Pusat Pertumbuhan (sm/SHK)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Untuk menciptakan keseimbangan dan pemerataan pembangunan, Jateng butuh tiga poros ekonomi sebagai pusat pertumbuhan di kawasan Jateng Utara, Jateng Selatan, dan Jateng Timur.
 
Pembangunan ekonomi Jawa Tengah dihadapkan pada sejumlah tantangan antara lain, besarnya beban populasi, ketidakseimbangan antar-kawasan,

keterbatasan produk unggulan yang berdimenasi jangka panjang (berkesinambungan), serta tingkat kemiskinan dan pengangguran yang masih masih cukup tinggi.

Baca Juga: Chord atau Kunci Gitar Melepas Masa Lajang di Cover Arvian Dwi feat Tri Suaka, Kan ku persunting dirimu

Di era pandemi, tantangan tersebut semakin berat dirasakan, karena terjadi pembatasan sosial yang mengakibatkan mobilitas dan produktivitas masyarakat menurun.

Hal itu ditegaskan Abdul Kholik dalam Forum Diskusi Terbatas atau Focus Group Discussion (FGD) membahas hasil temuan pengawasan pembangunan yang dilakukan oleh DPD RI Dapil Jateng terhadap pelaksanaan dan hasil capaian pembangunan ekonomi, Kamis 27 Januari 2022.

Dalam FGD di Kantor DPD RI Dapil Jateng, Jalan Imam Bonjol tersebut hadir sebagai narasumber dan pembahas para ekonom yang mewakili tiga kawasan

yaitu Lukman Hakim SE MSi PhD dari UNS Surakarta, Dr Rahab SE MSc dari Unsoed Purwokerto, Firmansyah SE MSi PhD dari Undip Semarang, dan Direktur Riset INDEF/Dosen FEB UI, Berly Martawardaya SE MSc.

Baca Juga: Link Pendaftaran Ormas Community Award 2022, Buruan Daftar Raih Hadiah Rp 90 Juta

Menurut Abdul Kholik, di era pandemi, sama halnya dengan daerah lain, pertumbuhan ekonomi Jateng sempat mengalami kontraksi sangat dalam pada angka minus 5,91% pada kuartal II Tahun 2020.

Perlahan, tanda ke arah pemulihan tampak dengan adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X