2024 Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Jateng Berpotensi Juara Umum MTQ

- Kamis, 27 Januari 2022 | 05:41 WIB
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sekaligus Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyampaikan laporan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LPTQ se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Pradja Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (26/1) kemarin. (SM/Agus Fathuddin)
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sekaligus Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyampaikan laporan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LPTQ se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Pradja Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (26/1) kemarin. (SM/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI Dr Syamsul Bahri MPdI mengatakan, Provinsi Jawa Tengah berpotensi menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional bila dipersiapkan dengan baik.

‘’Jateng ini mayoritas penduduk beragama Islam, pondok pesantren Al-Qur’an dari Rembang sampai Brebes dan Cilacap tersedia, bibit-bibit qari-qariah, pelatih, guru yang mengajar dan para Ahlul Al-Qur’an semuanya ada. Jateng sangat bisa, tidak hanya cabang tilawah dan tahfidz tapi juga tafsir, khat dan sebagainya,’’

tegas Syamsul dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Pradja Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (26/1) kemarin.

Baca Juga: Amalan Dzikir Hari Selasa, Baca Doa dan Sholawat Nabi Muhammad SAW, Insya Allah Rezeki Lancar

Pernyataan Syamsul Bahri tersebut merespon pidato Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang membuka Rakorda LPTQ, dalam pidatonya menyinggung sejak MTQ Nasional ada, Provinsi Jawa Tengah belum pernah sekalipun menjadi juara umum.

Dalam setiap even MTQ Nasional yang tahun ini masuk ke-29 juara umum selalu dipegang DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

‘’MTQ Nasional Ke-29 di Banjarmasin upayakan bagaimana caranya Jateng tidak hanya menjadi tiga besar tetapi sekaligus satu besar (juara umum,red),’’ tegas Ganjar.

Syamsul Bahri mengakui, dalam pelaksanaan MTQ Nasional masa lalu terdapat mafia yang menghalalkan segala cara untuk menjadi juara.

‘’Jual beli qari-qariah, hafidz-hafidzah, memalsukan KTP dan segala cara dilakukan untuk menjadi juara. Sekarang tidak ada lagi.

Pendaftaran peserta MTQ dilakukan secara online dan menggunakan NIK. Muga-muga pelaksanaan MTQ ke depan lebih baik,’’ tegas Syamsul.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X