Zakat Baznas Jateng Terkumpul Rp 57 Miliar, Digunakan untuk Pengentasan Kemiskinan

- Senin, 17 Januari 2022 | 11:20 WIB
Baznas (foto: twitter Baznas Magelang)
Baznas (foto: twitter Baznas Magelang)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sepanjang 2021 Penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (Baznas) Jateng mampu terkumpul sebesar Rp 57 miliar.

Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Daroji menuturkan, penghimpunan zakat ASN Pemprov Jateng semakin tahun semakin meningkat.

“Sumber dana dari ASN provinsi yang di bawah Pak Gubernur (Ganjar Pranowo), angkanya makin hari meningkat. Kesadaran ASN, alhamdulillah baik, ini berkat bimbingan kepala daerah khususnya Pak Gubernur,” katanya,belum lama ini, dikutip dari laman Jatengprov.go.id.

KH Ahmad Daroji merincikan dana tersebut sebagian besar berasal dari zakat ASN Pemprov sebanyak Rp57.082.373.189. Dana lainnya berasal dari infaq Rp107.064.880, dan sedekah Rp41.941.000.

Dana zakat tersebut digunakan untuk pengentasan kemiskinan melalui dua program, yakni program zakat konsumtif dan zakat produktif.

Selain itu hasil zakat juga digunakan untuk rehab pondok pesantren, masjid, madrasah, serta beasiswa.

Pada 2022, Baznas Jateng akan melanjutkan program zakat konsumtif maupun zakat produktif.

“Kami akan melanjutkan program yang sudah berjalan. Kalau di tahun 2021 itu zakat konsumtif 60 persen dan produktif 40 persen. Nanti di tahun 2022 ini kita ubah untuk porsi konsumtif dan produktif sama-sama 50 persen,” imbuhnya.

Kiai Daroji berharap, program-program tersebut akan berdampak positif pada masyarakat, utamanya dalam pengentasan kemiskinan. Selain itu, dengan berbagai program positif yang dihadirkan, akan semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat, infaq, dan sadaqah melalui Baznas.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X