Dalam Proses Diangkat PNS, Tersangka Pencabulan Akan Diperiksa Psikolog

Zainal Arifin
- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 21:31 WIB
PENCABULAN – Tersangka AS pelaku pencabulan empat siswanya, dikawal ketat petugas Polres Karanganyar. (Foto suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)
PENCABULAN – Tersangka AS pelaku pencabulan empat siswanya, dikawal ketat petugas Polres Karanganyar. (Foto suaramerdeka.com/Joko Dwi Hastanto)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Tersangka pencabulan di Karanganyar, AS (37) dalam proses diangkat sebagai PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama. Dia memang mengajar di salah satu madrasah di Karanganyar, yang ada di bawah Kemenag.

‘’Dia memang dalam proses diangkat sebagai PNS. Saat ini sudah CPNS. Namun dengan adanya kejadian ini, mungkin kami akan mempertimbangkan lagi. Namun demikian kami masih menunggu surat resmi dari Polres Karanganyar terkait kejahatan yang dilakukannya,’’ kata Mustain Achmad, Kepala Kantor Kemenag Karanganyar.

Dia mengaku sangat prihatin dengan adanya kasus yang menimpa salah satu tenaga pendidik di madrasah di Lereng Lawu itu. Sebab sebagai institusi yang menangani masalah agama, justru malah ditemui kasus tersebut.

Pihaknya sudah melakukan kroscek ke berbagai pihak dan memang benar yang bersangkutan memang salah seorang tenaga pendidik di madrasah dan menjadi wali kelas di kelas III di mana siswanya kemudian diperlakukan tidak semestinya itu.

Sementara itu Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, AS akan diperiksa psikolog yang akan dihadirkan untuk mmengetahui ada atau tidaknya kelainan yang dialami oleh yang bersangkutan.

‘’Kita memang menghasdirkan psikolog untuk menangani siswa yang menjadi korban. Bahkan sejak awal kita gandeng KP2A Karanganyar sehingga dalam proses pemeriksaan semua dilakukan dengan benar dan terarah, sehingga anak tidak merasa semakin tertekan,’’ kata dia.

Sedangkan psikolog dilibatkan untuk mengetahui orientasi seksual dari tersangka, apakah memang ada kelainan. Sebab dia ternata memang juga memiliki istri dan anak. Ini akan menjadi pertimbangan dalam menyusun berkas perkaranya nanti. Apakah keisengan, atau kelainan.

Saat ditanya di depan wartawan apakah ketika melakukan pencabulan itu hanya iseng, AS hanya diam seribu bahasa. Dia sama sekali tidak pernah menjawab pertanyaan apapun. Hanya di akhir pertemuan dengan wartawan itu, lelaki tersebut mengatakan, nanti pengacaranya yang akan menjawab semua pertanyaanna.

Dari sisi itu, terlihat sekali kalau AS memang dalam kondisi sangat sadar dan tidak terkesan adanya kelainan. Justru itu yang menjadikan orang tua korban menjadi sangat marah karena tega melakukan tindakan yang sangat tidak patut itu.

Halaman:

Editor: Zainal Arifin

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X