Angka Covid-19 Capai 2.549 Kasus, Masyarakat Kota Pekalongan Diminta Lebih Waspada

- Jumat, 11 Juni 2021 | 12:10 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto,SKM,MKes (suaramerdeka.com/dok)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto,SKM,MKes (suaramerdeka.com/dok)


PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mencatat lonjakan kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih terus terjadi.

Berdasarkan data yang terdapat dalam website https://corona.pekalongankota.go.id/ hingga Jumat pagi (11/6) pukul 08.58 WIB, kasus Covid-19 Kota Pekalongan tercatat mencapai 2.549 kasus, dengan rincian terdapat 115 kasus aktif dengan 10 orang dirawat dan 105 orang menjalani isolasi, 2.285 orang sembuh dan 149 orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto,SKM,MKes menjelaskan bahwa lonjakan kasus ini imbas tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Menurutnya, puncak kasus Covid-19 mulai terjadi pada minggu ke-5 dan minggu ke-7 pasca lebaran Idul Fitri lalu.

“Kasus Covid-19 saat ini penularannya cepat sekali dan sudah ada beberapa klaster baru yang muncul. Terlebih, puncak kasus Covid-19 di Kota Pekalongan mulai terjadi pada minggu ke-5 hingga minggu ke -7 paska lebaran," terang Budi, usai menghadiri kegiatan Pengawasan dan Pemeriksaan Makanan dan Minuman Siap Saji di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan.

Dikatakan, seperti diketahui, euforia Idul Fitri cukup membuat kita prihatin,karena mobilitas penduduk cukup tinggi dan banyaknya aktivitas kegiatan masyarakat yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19 di Kota Pekalongan.

Pihaknya menambahkan, lonjakan kasus juga disebabkan karena perilaku masyarakat yang belum memiliki kesadaran yang tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Dirinya menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Pekalongan melalui tim Satgas Covid-19 tingkat Kota terus melakukan upaya masif dan secara aktif untuk menekan jumlah kasus Covid-19 yang ada baik melalui operasi yustisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), percepatan vaksin, hingga tracing kontak erat dengan yang terpapar Covid-19.

"Oleh karena itu,kami mengharapkan seluruh masyarakat lebih hati-hati dan lebih waspada, jangan abai protokol kesehatan, karena ketika kita di luar tidak mematuhi protokol kesehatan dan tidak merasakan apa-apa,bisa saja kita ini sudah terpapar,meski kita sudah di vaksin dan tanpa gejala," tuturnya.

Menurutnya, justru yang dikhawatirkan, ketika virus yang ada di kita menular ke lansia yang kormobid dan sistem imunnya lebih lemah dibandingkan orang yang berusia muda.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kiai Iket Sang Penghafal Qur’an Itu Telah Tiada

Minggu, 13 Juni 2021 | 20:06 WIB

Tempat Isolasi Ditambah Hotel dan Balai Diklat

Minggu, 13 Juni 2021 | 18:53 WIB

Petugas Gabungan Tes Swab Acak di Pusat Keramaian

Minggu, 13 Juni 2021 | 12:05 WIB

Ganjar Ingatkan Penyebaran Varian Baru Covid-19

Minggu, 13 Juni 2021 | 10:33 WIB

PMI Sleman Gencarkan Donor Darah Sukarela

Minggu, 13 Juni 2021 | 07:39 WIB

Kota Magelang Raih Penghargaan Nirwasita Tantra

Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:48 WIB
X