Nota Kesepakatan Pembatasan Kegiatan Hajatan Warga Ditandatangani, Berlaku Hingga 30 Juni

- Jumat, 11 Juni 2021 | 10:38 WIB
Penandatanganan nota kesepakatan tentang Pembatasan Kegiatan Hajatan di Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora di halaman Mapolres Blora, Jumat 11-6-2021. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Penandatanganan nota kesepakatan tentang Pembatasan Kegiatan Hajatan di Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora di halaman Mapolres Blora, Jumat 11-6-2021. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Nota kesepakatan pembatasan kegiatan hajatan warga ditandatangani di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Blora, Jumat 11-6-2021.

Kesepakatan yang bertujuan untuk mencegah meluasnya persebaran virus corona (Covid-19) itu ditandatangani Bupati H Arief Rohman, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) HM Dasum, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Yohanes Afilla Agus, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blora Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wiraga Dimas Tama, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0721 Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Ali Mahmudi serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) H Suhadi.

Kegiatan diawali apel bersama yang dipimpin Bupati Blora H Arief Rohman dan dilanjutkan penandatanganan nota kesepakatan tentang Pembatasan Kegiatan Hajatan di Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora.

Baca Juga: Beli Bakso di Semarang Tak Perlu Uang Cash, Ini Caranya!

Adapun isi nota kesepakatan adalah :

1. Memerintahkan Camat dan Forkompincam agar menegakkan protokol kesehatan diwilayah masing masing.

2. Memerintahkan kepada Kepala Desa atau Lurah agar melarang warga masyarakat menyelenggarakan kegiatan hajatan atau resepsi pernikahan atau khitanan dan kegiatan sejenis yang menimbulkan potensi mendatangkan orang.

Khusus pernikahan hanya boleh dilaksanakan ijab qobul di KUA dan pemberkatan nikah di gereja yang dihadiri oleh mempelai, orang tua dan saksi. Pelarangan kegiatan di atas mulai diberlakukan sejak 11 Juni 2021 hingga 30 Juni 2021.

3. Apabila tidak mengindahkan kesepakatan ini maka kegiatan hajatan/resepsi pernikahan/khitanan dan kegiatan sejenis dimaksud akan dibubarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

Menurut Bupati Arief Rohman, nota kesepakatan itu dibuat untuk kebaikan dan kesehatan bersama.

Bupati menyadari bahwa kesepakatan tersebut mungkin juga menimbulkan ketidakpuasan bagi beberapa pihak.

Namun, tegas dia, kesehatan saat ini adalah hal yang paling penting untuk dijaga dan harus diutamakan.

‘’Kita menyadari grafik Covid-19 di Kabupaten Blora terus naik dan kita berupaya agar tidak menjadi zona merah.

Oleh karena itu, mulai hari ini acara hiburan yang berkaitan dengan sedekah bumi, atau acara-acara yang memungkinkan menimbulkan kerumunan akan kita tiadakan,’’ tegas Bupati Arief Rohman.

Baca Juga: PTM Mutlak Ekstrahati-hati, Usia 6-18 Tahun Sumbang 9,6 Persen Kasus Covid-19

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama menyatakan, Polres Blora bersama Kodim 0721/Blora akan terus mengawal kebijakan dan terus berdampingan dengan Pemkab Blora, khususnya dalam kegiatan percepatan penanganan Covid-19.

‘’Polres Blora akan terus mendukung, tentunya bersama Kodim 0721/Blora. Dan kita semua harus kompak termasuk masyarakat harus menyadari pentingnya protokol kesehatan. Kita harapkan Covid-19 segera berakhir,’’ kata kapolres.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korupsi Parkir ABA Malioboro Segera Disidangkan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 18:52 WIB

DPRD Setujui Raperda RPJMD 2021-2026 dengan Catatan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:15 WIB

IKM Sleman Galang Donasi bagi Tim Pemulasaraan

Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:34 WIB

Efisiensi, Seluruh Kendaraan Dinas Pakai Pertamax

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:44 WIB
X