Siti Maryam, Mengubah Trauma Menjadi Daya (1): Jadi Korban KDRT, Toko Terbakar, Rumah Tangga Berantakan

- Senin, 6 Desember 2021 | 09:48 WIB
Siti Maryam. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Siti Maryam. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

Berangkat menjadi pekerja migran dengan membawa trauma akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan lima toko yang ludes terbakar, Siti Maryam bermetamorfosis menjadi pengusaha tiwul instan dan aktivis pemberdayaan perempuan.

Semua tak lepas dari upayanya merilis trauma dengan menulis.

TUBUH Siti Maryam mendadak lemas. Badannya seolah tanpa daya.

Dia terduduk di lantai boks telepon umum.

Tangan dan kakinya gemetar. Tangisnya pecah.

Di seberang telepon, sang kakak berupaya menenangkan. Namun Maryam tetap tak mampu melebur pilu.

Baca Juga: Bupati Eisti'anah Apresiasi Donor Darah FKUB Demak

Di matanya terbayang dahsyatnya kebakaran Pasar Induk Wonosobo yang membuatnya kehilangan lima toko pada 1994.

Padahal, apa yang diceritakan kakaknya di seberang telepon adalah kebakaran pasar pada 2004.

"Saya lemes. Meski saya nggak punya toko lagi, tapi mendengar itu saya jadi sedih lagi,'' kata Maryam dengan suara parau di kediamannya di Dusun Pasunten, Desa Lipursari, Kecamatan Leksono, Wonosobo, akhir November lalu.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kikis Individualisme, Galakkan Nilai-Nilai Bung Karno

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:15 WIB

Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan SDGs Awards

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
X