Antisipasi Varian Baru Omicron, Pakai Masker dan Jaga Jarak 2 Meter

- Kamis, 2 Desember 2021 | 22:08 WIB
Ilustrasi virus corona. (Pixabay.com/Alexandra_Koch)
Ilustrasi virus corona. (Pixabay.com/Alexandra_Koch)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Virus corona terus bermutasi dan kabar terakhir munculnya varian baru Omicron yang diketahui pertama di Afrika.

Beberapa sudah terpapar dan banyak negara yang kemudian menutup pintu bagi WNA dari negara yang sudah terpapar varian baru tersebut.

Mutasi virus tersebut telah terjadi berkali-kali bahkan Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM Prof drh R Wasito MSc PhD mengatakan virus Covid-19 terus akan mengalami mutasi sehingga memunculkan varian baru seperti adanya varian Delta dan Omicron.

Baca Juga: Kalahkan Hellbound, Web Drama One Ordinary Day Paling Dicari di Naver

Mutasi virus bisa terjadi di semua negara, tempat virus Covid-19 itu pernah terdeteksi. Virus yang berasal dari kelelawar tersebut bahkan sudah mengalami ribuan mutasi di dalam tubuh kelelawar sehingga mampu menular ke manusia dan kini sudah antarmanusia.

''Penelitian kami lakukan sejak 1988 tentang coronavirus pada hewan ternak besar, unggas dan hewan kecil. Awalnya virus ini tidak menular ke manusia namun setelah mengalami banyak mutasi di kelelawar akhirnya bisa menular ke manusia,'' tutur Wasito, dosen tetap Fakultas Kedokteran Hewan.

Gejala yang ditimbulkan pada hewan yang terinfeksi coronavirus, umumnya memang menyerang saluran pernafasan tetapi tidak sedikit juga menyerang saluran pencernaan. Ini mirip dengan gejala yang muncul pada manusia.

Baca Juga: Atasi Kista dan Mioma, Ini Resep Minuman Rempah Detox Hamil ala dr Zaidul Akbar

Tidak Semua

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X