Minim Akses Lapangan Kerja dan Modal, Perempuan Penyandang Disabilitas Perlu Dukungan

- Senin, 29 November 2021 | 11:42 WIB
Ilustrasi. Seorang ganak penyandang disabilitas. (Pixabay/Anemone123)
Ilustrasi. Seorang ganak penyandang disabilitas. (Pixabay/Anemone123)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pekerja perempuan penyandang disabilitas di sejumlah kota di Indonesia kesulitan mengakses lapangan kerja.

Tak hanya itu, mereka yang berwirausaha juga minim akses ke dunia perbankan sehinggaa kesulitan ketika membutuhkan modal.

''Kendala lain yakni pembayaran upah tidak sama dengan lainnya atau kesenjangan upah, hambatan peluang untuk pengembangan karir, akomodasi yang layak, aksesibilitas pengembangan karir dalam tempat kerja dan sikap pemberi kerja yang kurang mendukung,'' papar Ketua Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto, dalam paparan hasil penelitian di Yogyakarta, kemarin.

Baca Juga: Viral! Video Doddy Sudrajat Tertawa di Samping Jenazah Vanessa Angel

Ia menyampaikan kondisi tersebut setelah melakukan penelitian di lima kota, Kabupaten Solok Selatan, Kota Makasar, Kota Kupang, Kabupaten Sleman, dan Kota Tangerang.

Penelitian merupakan kerja sama Perkumpulan Sehati Sukoharjo, GIZ dan Bappenas sejak bulan Juli - November 2021.

Mereka juga menggandeng organisasi difabel di daerah penelitian yang fokus pada kondisi pekerja perempuan penyandang disabilitas dalam pengembangan lapangan kerja inklusif dan pengembangan usaha.

Baca Juga: Ameer Azzikra Meninggal Dunia, Alvin Faiz: InsyaAllah Berkumpul di Surga Bersama Abi

Penelitian menemukan berbagai hambatan penyandang disabilitas perempuan yang bekerja maupun berwirausaha.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X